Balitbangtan gandeng Promindo Utama produksi tepung kentang instan

Ahmad Wijaya

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) menjalin kerja sama pralisensi dengan CV Promindo Utama untuk memproduksi tepung kentang instan.

Perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Kepala BB Pascapanen, Prayudi Syamsuri dan CV Promindo Utama, Sholeh melalui video conference disaksikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry.

Kepala BB Pascapanen di Jakarta, Selasa mengungkapkan, selain tepung kentang instan teknologi pengolahan kentang yang akan dihilirkan yakni puree kentang, sebagai bahan intermediate dan langsung konsumsi dengan tambahan bahan lain.

"Diharapkan kerja sama ini akan melahirkan usaha baru bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)," katanya melalui keterangan tertulis.

Indonesia mampu menghasilkan kentang sayur mulai tahun 2019, bahkan bisa mengekspor produk kentang sayur, lanjutnya, namun, saat ini industri kentang besar masih menggunakan kentang Atlantik.

Padahal kentang sayur juga bisa diolah lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan pengolahan kentang masyarakat seperti perkedel, kroket kentang melalui produk intermediate.

Produk olahan kentang yang sudah diperdagangkan di pasaran dunia, antara lain pati, tepung, kentang dalam kaleng, kentang kering, dan kentang goreng berupa chips atau stick.

Di Indonesia, sebagian besar produksi kentang masih diperdagangkan dalam bentuk umbi segar dan banyak dimanfaatkan sebagai campuran sop dan campuran rendang.

Serta, bahan pembuat aneka makanan ringan seperti kroket, perkedel, donat, schotel kentang, kentang keju goreng.

Semua produk ini bisa melewati produk intermediate yang bisa diindustrikan, salah satu produk intermediate yang dapat dihasilkan adalah pasta atau puree kentang, atau juga dikenal dengan mashed potato yang bisa diproduksi dalam bentuk yang awet.

Produk pasta kentang ini dapat dilipatgandakan umur simpannya dengan menyiapkan produknya menjadi tepung instan.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry mengatakna, melalui kerja sama tersebut diharapkan mitra siap untuk melisensi teknologi pengolahan kentang serta dapat memproduksi dan memasarkan puree kentang dan tepung kentang instan untuk bahan dasar makanan.

"Tidak menutup kemungkinan bahwa mitra akan memproduksi produk hilir berbahan dasar olahan kentang tersebut," katanya.

Baca juga: Balitbangtan hasilkan varietas jeruk kualitas ekspor
Baca juga: Balitbangtan gandeng swasta kembangkan eucalyptus sebagai anti Corona