Balitbangtan kembangkan varietas unggul krisan di agrowisata Solok

Risbiani Fardaniah

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan varietas unggul tanaman krisan di kawasan Agrowisata Payo di Kota Solok, Sumatera Barat.

Sejak dua tahun lalu Balai Penelitian Tanaman Hias Balitbangtan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Solok berupaya secara berkesinambungan dalam pengembangan krisan di agrowisata tersebut.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, mengatakan benih dan varietas tanaman termasuk sarana yang mempunyai peranan sangat menentukan dalam upaya peningkatan produksi dan mutu hasil dalam budi daya tanaman.

"Pada akhirnya akan mampu meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Baca juga: Ini keunggulan Padi Biosalin Balitbangtan di daerah pantai

Baca juga: Jagung ungu Balitbangtan disebut mampu tingkatkan daya tahan tubuh

Varietas unggul krisan yang telah dikembangkan di kawasan agrowisata Payo terdiri dari krisan bunga potong, di antaranya varietas Yulita, Sintanur, Dewi Ratih, Arosuka Pelangi, Trissa, Socakawani, Velma, Vania, Cintamani, Marimar, Irana, Cayapati, dan Sabiya.

Pada Maret lalu telah dilakukan kembali penanaman krisan pot di Payo dengan menggunakan varietas-varietas unggul krisan pot hasil rakitan Balitbangtan dengan memberdayakan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Payo Sepakat yang ada di wilayah itu.

Sedangkan untuk krisan pot terdiri dari varietas Avanthe Agrihorti, Armita Agrihorti, Naura serta Zwena.

Menurut Ketua Gapoktan Payo Yusrizal, awalnya pada 2016 mereka melihat perkembangan bunga krisan yang sepertinya cocok untuk ditanam di kawasan Payo.

"Setelah dilakukan uji coba dan berhasil maka tahun 2018 barulah kita kembangkan secara besar-besaran,” ujarnya

Wali Kota Solok Zul Elfian mengatakan melalui kawasan agrowisata yang ada di Payo Kota Solok ini diharapkan pengembangan krisan dapat terus berlanjut sehingga Payo bisa dikenal di seluruh wilayah Sumatera Barat bahkan hingga nasional sehingga hal ini bisa mengangkat perekonomian masyarakat.

Baca juga: Kementan luncurkan inovasi produk tangkal Corona berbahan eucalyptus