Balmon Jakarta dan Tangerang sebut Masih Ada Stasiun Televisi Operasikan Analog

Merdeka.com - Merdeka.com - TV analog akhirnya dimatikan secara resmi dimulai dari Jabodetabek pada Kamis dini hari, (3/11). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menerjunkan langsung dua balai monitoring (Balmon) untuk melakukan cek sinyal tv analog yang memancar. Hal itu disampaikan oleh Ismail, Plt Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kominfo (PPI Kominfo).

"Kita ada dua balai monitoring yang turun ke lapangan, untuk melakukan cek sinyal tv analog yang memancar sejak siang dan sekarang setelah jam 00.00 WIB," ungkap dia saat hitung mundur penghentian tv analog di Jakarta, Kamis (3/11).

Kepada Kepala Balmon wilayah DKI Jakarta, Rahman Baharuddin dan Kepala Balmon Tangerang, Tri Joko yang tersambung melalui jaringan video conference, Ismail menanyakan bagaimana persiapan mereka dalam mengawal tv analog dimatikan.

Menurut Kepala Balmon Tangerang, Tri Joko, pihaknya telah melaksanaan pemantauan, observasi, dan monitoring pada pita frekuensi 478 sampai dengan 806 Mhz untuk memantau kondisi frekuensi yang dilakukan oleh 25 siaran televisi analog dan 8 penyelenggara multipleksing yang bersiaran digital.

"Dapat kami sampaikan pula bahwa kondisi pada spektrum radio pada frekuensi siaran digital, terpantau dalam kondisi baik dan tidak terjadi gangguan spektrum frekuensi radio. Demikian kami laporkan, Pak Dirjen," ujar Joko.

Ismail pun kembali menanyakan bagaimana pantauan Balmon terhadap siaran tv analog yang sudah dihentikan. Kepala Balai Monitoring (Balmon) wilayah DKI Jakarta, Rahman Baharuddin mengatakan, berdasarkan dari hasil monitoring di posko pemantauan dari 25 stasiun televisi analog, masih ada 5 stasiun televisi yang masih on.

"Empat di antaranya dari MNC Group dan satu dari ANTV. Itu yang dapat kami laporkan Pak Dirjen," ungkap Rahman.

Terhadap jawaban itu, Ismail mengatakan meminta mereka menyesuaikan dengan arahan Menkominfo. Menurut Ismail, Menkominfo telah mengarahkan agar dilakukan dengan cara-cara persuasif untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik dan tentu akan ditindak lanjuti sesuai ketentuan perundang-undangan.

"Jadi sebagai petugas lapangan, mengikuti arahan Pak Menteri, kita akan bicarakan secara teknis penyelesaiannya," kata Ismail. [faz]