BAM ingin Malaysia Open 2021 digelar dengan penonton

Fitri Supratiwi
·Bacaan 2 menit

Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) berharap para penggemar bisa diizinkan masuk ke dalam stadion untuk menyaksikan langsung ajang Malaysia Open 2021 yang akan bergulir di Axiata Arena Bukit Jalil, Kuala Lumpur pada 25-30 Mei mendatang.

Presiden BAM Tan Sri Mohamad Norza Zakaria mengatakan, BAM saat ini masih menunggu lampu hijau dari otoritas kesehatan serta Dewan Keamanan Nasional Malaysia (MKN).

Dalam pelaksanaannya, BAM juga akan meniru berbagai sistem dan protokol kejuaraan olahraga yang telah dilaksanakan selama pandemi COVID-19, termasuk penerapan sistem gelembung (bubble) pada Leg Asia di Thailand, Januari lalu serta liga sepak bola Malaysia.

Baca juga: Atlet Pelatnas PBSI Cipayung jalani tes kesehatan

“Dalam hal persentase (jumlah fans yang diperbolehkan masuk) mungkin kami bisa menggunakan pedoman MFL (Malaysian Football League). Ini (Malaysia Open) adalah turnamen internasional besar,” kata Norza dikutip dari Bernama, Minggu.

“Jika Malaysia Open 2021 sukses maka bisa menjadi tolok ukur bagi cabang olahraga lain untuk menggelar turnamen internasional lainnya di Malaysia,” sambung dia.

Pertandingan liga sepak Malaysia antara Johor Darul Ta’zim (JDT) dan Melaka United FC pada 2 April merupakan turnamen percontohan dalam penerapan protokol manajemen penonton guna melihat kemungkinan untuk membawa penggemar masuk ke dalam stadion.

Baca juga: Herry IP bawa ganda putra berlatih ke Jawa Tengah untuk penyegaran

Namun Norza mengatakan masih melakukan pembicaraan dengan MKN terkait konsep penyelenggaraan Malaysia Open nanti, termasuk soal prosedur karantina pemain serta pelaksanaan tes swab.

BAM juga saat ini masih menunggu konfirmasi jumlah negara yang akan ambil bagian pada turnamen tersebut.

Jika proposal BAM mendapat persetujuan maka Malaysia Open 2021 bakal menjadi turnamen bulu tangkis pertama yang digelar dengan penonton di masa pandemi COVID-19.

Kejuaraan itu juga menjadi ajang krusial bagi para pebulu tangkis untuk mendongkrak poin demi mengamankan tempat pada Olimpiade 2020 Tokyo yang akan digelar pada 23 Juli-8 Agustus.

Baca juga: Ganda putra Indonesia isi kekosongan turnamen dengan berlaga di Sragen