Bambang Brodjonegoro dan Yenny Wahid Jadi Komisaris Bukalapak

·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Bukalapak.com Tbk hari ini melaksanakan paparan publik terkait penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam rangkaian acara tersebut, Bukalapak juga memperkenalkan jajaran komisaris dan direksinya. Salah satunya yakni Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro yang didapuk sebagai presiden komisaris sekaligus komisaris independen.

Kemudian ada juga Zannuba Arifah atau yang juga dikenal dengan nama Yenny Wahid yang menjabat sebagai komisaris independen Bukalapak. Sementara di posisi direksi, Presiden Direktur dijabat oleh Muhammad Rachmat Kaimuddin didampingi oleh tiga direktur lainnya yakni Teddy Nuryanto Oetomo, Willix Halim, dan Natalia Firmansyah.

Presiden Direktur Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, Bukalapak didirikan 11 tahun lalu secara sederhana tetapi dengan mimpi dan visi yang besar.

"Bukalapak didirikan dengan mimpi untuk memberdayakan UMKM melalui teknologi. Kami bermimpi setiap orang bisa punya akses jual beli yang adil dan merata, kami ingin membantu terciptanya affair economy for all," kata Rachmat dalam keterangan tertulis, Jumat 9 Juli 2021.

Adapun bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek Bukalapak yaitu Mandiri Sekuritas dan Buana Capital Sekuritas serta sebagai penjamin emisi Bukalapak yaitu UBS Sekuritas Indonesia dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia

Berikut adalah jajaran Komisaris dan Direksi PT Bukalapak.com Tbk

Komisaris:

Presiden Komisaris/Komisaris Independen: Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro

Komisaris Independen: Zannuba Arifah

Komisaris: RD Adi Wardhana Sariaatmadja

Komisaris: Lau Eng Boom

Komisaris: Zhang Lu

Direksi:

Presiden Direktur: Muhammad Rachmat Kaimuddin

Direktur: Teddy Nuryanto Oetomo

Direktur: Willix Halim

Direktur: Natalia Firmansyah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel