Bambang Brodjonegoro raih penghargaan internasional

Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Prof Bambang P. S. Brodjonegoro meraih penghargaan internasional Madhuri and Jagdish N.Sheth International Alumni Award for Exceptional Acvhievement 2022 dari University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), Amerika Serikat.

Penghargaan ini diberikan kepada alumni UIUC yang dinilai memiliki prestasi secara profesional dalam membantu negaranya dan dunia dengan berkontribusi terhadap pemerintah, kemanusiaan, ilmu pengetahuan, dan kesejahteraan manusia. Penghargaan alumni internasional dengan prestasi luar biasa ini ada sejak 2000.

Baca juga: Bambang Brodjonegoro: Subsidi sebaiknya diberikan untuk energi bersih

Baca juga: T20: Investasi infrastruktur digital masih diperlukan untuk negara G20

"Setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri, kini saya beralih ke sektor swasta selagi tetap bertahan sebagai profesor di FEB UI. Saya merasa terhormat dengan penghargaan ini, ketika saya menjalani enam tahun di UIUC untuk gelar Master dan Ph.D. Saya merasa itu adalah waktu terbaik dalam hidup saya, bukan hanya untuk meraih gelar tertinggi di dunia akademis, tetapi lebih penting untuk belajar lebih banyak menjadi seorang pejuang," ujar Prof Bambang dalam keterangan tertulis du Depok, Kamis.

Bambang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia (2014-2016), dengan keahliannya di bidang ekonomi dan tata kota.

Selama kepemimpinannya di Kementerian Keuangan RI, Prof Bambang berhasil melaksanakan beberapa program penting yang sejalan dengan kecintaannya pada Sustainable Development Goals (SDGs).

Tak hanya itu, namanya diingat karena menginisiasi sejumlah kebijakan penting, seperti program pengampunan pajak (tax amnesty) yang berhasil mereformasi dunia perpajakan.

Setelah itu, Prof Bambang diangkat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (2016-2019) dengan tanggung jawab utama merancang master plan pembangunan nasional jangka pendek, menengah, dan panjang.

Ia bersama timnya berkoordinasi dengan kementerian lain untuk melaksanakan program tersebut. Di akhir jabatannya, ia merencanakan dan merancang konsep ibu kota baru untuk Indonesia.

Prof Bambang diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional pada 2019 hingga 2021. Dalam masa jabatannya, ia menciptakan konsep Innovation-driven Economy, yakni ekonomi Indonesia harus didorong oleh penelitian, pengembangan, dan inovasi yang konstan.

Baca juga: Bambang Brodjonegoro enggan berandai-andai soal Kepala Otorita IKN

Ia memprakarsai koordinasi antara pemerintah, perusahaan publik, perusahaan swasta, serta komunitas akademik untuk menghasilkan solusi berbasis inovasi bersama dan meningkatkan koordinasi penelitian dan pengembangan triple helix.

Selama masa pandemi COVID-19, ia termasuk orang pertama di Indonesia yang menanggapi dengan meningkatkan program penelitian untuk memberikan solusi atas situasi yang mengguncang dunia, salah satunya adalah pengembangan vaksin Merah Putih.

Selain kontribusinya pada negara, ia juga berperan dalam bidang akademik, terutama di FEB UI. Prof. Bambang pernah menerima amanah sebagai Dosen Program Sarjana dan Magister, Wakil Direktur Riset Ekonomi Daerah dan Infrastruktur di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, Direktur Program Pascasarjana Ekonomi, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, dan Dekan FEB UI.

Saat menjadi Dekan, ia menciptakan legacy bagi FEB UI dengan memprakarsai program double degree untuk jenjang S1 dan S2.