Bambang: Penaikan Harga BBM Terus Picu Kegaduhan

Jakarta (ANTARA) - Anggota Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Bambang Soesatyo, Minggu, mengatakan pihaknya menyesalkan terpicunya kegaduhan di berbagai level akibat wacana kenaikan harga BBM.

"Karut-marut keadaan akibat isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini membuktikan Pemerintah terkesan gagal mengamankan kebijakannya sendiri," katanya kepada ANTARA.

Lebih dari itu, menurut dia, Pemerintah gagal pula melindungi rakyat dari aksi para spekulan di pasar komoditas kebutuhan pokok.

Bambang Soesatyo yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia menunjuk realitas di beberapa daerah, yakni para spekulan tidak hanya menaikkan harga BBM, tetapi juga terjadi kelangkaan akibat ulah para penimbun BBM.

"Sementara itu, harga aneka komoditas kebutuhan pokok terus merangkak naik. Karut-marut di pasar itu dipicu oleh isu kenaikan harga BBM yang dihembuskan Pemerintah sendiri sejak awal 2012," ujarnya.


'Menggoreng' Harga BBM


Bambang Soesatyo berpendapat fakta-fakta itu membuktikan Pemerintah terkesan gagal pula mencegah para spekulan `menggoreng` harga BBM di daerah.

"Gagal mencegah aksi penimbunan BBM, dan gagal mencegah spekulan 'menggoreng' harga aneka kebutuhan pokok termasuk BBM," katanya menandaskan.

Semua kegagalan itu, menurut dia, akibat minimnya koordinasi dan komunikasi antarinstansi Pemerintah.

"Kalau rencana kebijakan itu dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan efektif kepada semua instansi terkait, situasinya tidak akan seburuk atau segaduh seperti sekarang ini. Padahal Presiden sendiri pernah minta, jangan lagi suka bikin-bikin kegaduhan," katanya.

Akan tetapi, apa yang terjadi sekarang, kata dia, sangat memprihatinkan karena negara ini seperti tanpa regulator.

"Di pelosok daerah, pedagang boleh semaunya menaikkan harga BBM tanpa ada yang bisa mencegah," katanya.

Padahal, menurut dia, semua orang, termasuk Pemerintah, bisa membuat kalkulasi tentang akibat-akibat dari isu kenaikan harga BBM.

"Sebagai regulator, Pemerintah berkewajiban mencegah munculnya spekulasi yang merugikan rakyat sebagai konsumen. Kalau kenyataannya spekulan leluasa menggoreng harga, Pemerintah memang gagal mengamankan rencana kebijakannya sendiri," kata Bambang Soesatyo. (jk)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.