Bamsoet ajak pengusaha muda bantu pemulihan ekonomi nasional

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak pengusaha muda untuk membantu pemulihan ekonomi nasional sebagai salah satu faktor fundamental, khususnya pada pengusaha muda dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Pusat.

"Fasilitas infrastruktur dunia usaha yang banyak tersedia di DKI Jakarta menjadikan wilayah ibu kota sebagai episentrum kegiatan kewirausahaan. Keberhasilan HIPMI Jakarta Pusat mendorong kinerja perekonomian tentunya menjadi faktor penting dalam mewujudkan akselerasi pemulihan perekonomian nasional," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, saat menjadi pembicara utama dalam Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) Badan Pengurus Cabang HIPMI Jakarta Pusat, di Jakarta, Senin.

Melalui keterangannya, Bamsoet menjelaskan, akselerasi pemulihan ekonomi dengan mengoptimalkan peran pengusaha muda tentunya meniscayakan adanya pertumbuhan pengusaha muda secara signifikan.

Saat ini, rasio jumlah pengusaha muda terhadap populasi jumlah penduduk Indonesia masih belum optimal, baru mencapai 3,4 persen. Angka tersebut masih jauh jika dibandingkan dengan Malaysia sebesar 5 persen dan Singapura sebesar 7 persen.

"Aspek lain yang penting kita perhatikan, bahwa tren dunia industri saat ini dipenuhi dengan digitalisasi pada hampir semua lini. Segala sesuatu yang manual, natural, dan mekanis akan digantikan dengan yang serba digital. Hikmah di balik pandemi COVID-19, sedikit banyak turut mendorong tumbuh kembang ekonomi digital," ucapnya.

Baca juga: Menko Perekonomian laporkan realisasi PC-PEN ke Presiden Jokowi

Baca juga: Menko Airlangga sebut alokasi dana untuk PC PEN berakhir tahun 2022

Bamsoet menuturkan, pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air juga didukung oleh tingginya tingkat penetrasi internet di Tanah Air. Tercatat, pada tahun 2012, pengguna internet di Indonesia baru mencapai 39,6 juta jiwa.

Kini, setelah satu dasawarsa berlalu, tingkat penetrasi internet melonjak hingga menyentuh angka 205 juta pengguna atau 73,7 persen dari total populasi pada awal Januari 2022.

"Ke depan, proyeksi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia begitu menjanjikan, bahkan di gadang gadang akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi pascapandemi," ucap Bamsoet.

Ia menambahkan, berbagai catatan mengenai pesatnya tumbuh kembang ekonomi digital di Indonesia adalah kenyataan yang harus disikapi dengan bijaksana.

"Adaptasi menjadi penting karena begitu banyak parameter baru yang meniscayakan adanya langkah-langkah penyesuaian. Inovasi juga diperlukan agar mampu membangun terobosan-terobosan yang tidak sekadar mampu memberikan nilai tambah, tetapi juga mengubah ketidakmungkinan menjadi peluang," tutur Bamsoet.