Bamsoet luncurkan buku bertepatan dengan ulang tahun ke-60

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meluncurkan buku tentang perjalanan kariernya berjudul "60 Tahun Meniti Buih di Antara Karang" bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-60 di Jakarta, Sabtu.

"Buku yang bercerita tentang bagaimana saya memulai karir dari bawah, dari kondisi yang sangat susah, sampai kemudian meraih posisi seperti hari ini," kata Bambang saat acara peluncuran buku di Black Stone Garage, Jakarta Selatan, Sabtu.

Dia menceritakan perjalanan kariernya dimulai menjadi seorang wartawan, kemudian berlanjut menjadi pengusaha hingga politisi.

"Jaringan hubungan saya sebagai wartawan itulah yang kemudian saya bangun, saya rawat, dan kemudian membawa kepada suatu profesi yang lain," jelasnya.

Dia lantas mengingatkan pentingnya membangun relasi jaringan, di mana ia menyebut bahwa kontribusi dari orang-orang di sekitarnya amat berpengaruh terhadap perjalanan kariernya hingga saat ini.

"Makanya, dalam hidup saya, saya selalu menghindari konflik. Saya tidak pernah memakai jurus mengukur, tapi saya pakai jurus merangkul," katanya.

Baca juga: Bamsoet apresiasi 'Visioning Indonesia' karya Muhaimin Iskandar

Hal tersebut diejawantahkan pula ketika terjun di dunia politik, katanya. Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) itu menyebut dia membina hubungan baik dengan banyak partai politik.

"Saya sekaligus juga membangun komunitas di politik, tidak hanya Golkar yang saya bangun komunikasi sejak awal," ucapnya.

Adapun judul buku "60 Tahun Meniti Buih di Antara Karang" itu, menurut dia, memiliki makna bahwa dalam meniti perjalanan karier, orang harus pintar dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.

"Pintar menghindari benturan dari karang-karang yang siap menerjang dan menerka setiap perjalanan seorang menuju puncak kariernya," katanya.

Selain memuat tulisan Bambang Soesatyo sendiri, buku tersebut juga memuat catatan dan kesaksian dari para sahabatnya. Pria yang kerap membuat tulisan di berbagai surat kabar itu lantas mendokumentasikan berbagai opini, mulai dari politik, ekonomi, sosial, hingga kesehatan.

"Kemudian, saya juga meluncurkan lima seri buku kumpulan tulisan saya selama 10 tahun terakhir. Jadi ada lima seri, judulnya 'Bunga Rampai'. Itulah cara saya agar nanti kelak ketika saya tidak ada, saya coba berada dalam pikiran saudara-saudara sekalian," ujarnya.

Selain diselingi dengan perayaan ulang tahun, acara peluncuran buku itu juga dibarengi dengan peluncuran Black Stone Garage, sebuah tempat berlantai tiga yang didirikan Bambang bagi para komunitas dan penggemar otomotif.

Baca juga: Bamsoet terima aspirasi Walubi hadirkan kembali utusan golongan di MPR