Bamsoet Siap Tanggungjawab soal Musnahkan KKB, Urusan HAM Belakangan

Agus Rahmat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pernyataan Ketua MPR Bambang Soesatyo, yang menyebut aparat TNI dan Polri harus menumpas kelompok kriminal bersenjatan (KKB) di Papua, sementara urusan HAM belakangan, sempat menuai reaksi. Menyangkut sikapnya itu, ia sempat diprotes sejumlah pihak.

Sikap itu diucapkannya, setelah KKB menembak Kapala BIN Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha, pada Minggu 25 April 2021 hingga meninggal dunia. Sejumlah aparat kepolisian juga tercatat gugur.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menilai, persoalan dengan KKB adalah soal keselamatan rakyat. Bukan mengesampingkan masalah HAM.

"Ini bukan soal pengabaian HAM. Ini soal keselamatan rakyat. Memangnya para pembunuh rakyat tak berdosa itu peduli HAM?," kata Bamsoet, Kamis 29 Oktober 2021.

Baca juga: Ini Mahar UAS yang Diberikan ke Istrinya Fatimah

Sikap protes terhadap pernyataan Bamsoet itu, dilayangkan oleh sejumlah elemen seperti Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI). Yang meminta pemerintah tidak mengamini pernyataan itu, dan meminta MPR mengklarifikasinya lantaran dianggap bisa mendorong terjadinya pelanggaran HAM di Papua.

Namun Bamsoet memastikan, ia tidak akan menarik ucapannya tersebut. Sikapnya tetap sama, bahwa kelompok KKB tersebut harus dibasmi, tanpa memikirkan persoalan HAM di depannya.

"Untuk keutuhan NKRI saya siap bertanggung jawab. Yang penting para pembunuh di dalam gerakan sparatis dan teroris yang tidak peduli HAM itu musnah dan rata dulu. Sehingga rakyat Papua bisa hidup tenang dan damai kembali," kata politisi Partai Golkar tersebut.

Dia siap untuk berdiskusi kemudian, jika memang ada yang tidak sependapat dengan sikapnya tersebut.

"Jika ada yang mempersoalkan statement saya, soal HAM kita bicarakan kemudian, sebagai pimpinan MPR saya siap pasang badan dan bertanggung jawab," kata mantan Ketua DPR itu.

Sebelumnya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta aparat TNI, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) menurunkan kekuatan penuh yang dimiliki untuk melakukan tindakan tegas terukur terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Tidak boleh ada lagi toleransi terhadap KKB untuk melakukan aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat serta mengakibatkan korban jiwa.

Bamsoet, akrabnya disapa, menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI Putu I Gusti Putu Danny Nugraha akibat ditembak oleh KKB di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

“Beliau gugur dalam kontak senjata dengan KKB akibat terkena tembakan di bagian kepala. Saya meminta pemerintah dan aparat keamanan tidak ragu dan segera turunkan kekuatan penuh menumpas KKB di Papua yang kembali merenggut nyawa," kata Bamsoet kepada wartawan, Senin 26 April 2021.

Bamsoet meminta agar aparat TNI-Polri tidak takut melakukan langkah tegas dan terukur terhadap KKB. "Tumpas habis dulu. Urusan HAM kita bicarakan kemudian. Kalau perlu turunkan kekuatan 4 Matra terbaik yang kita miliki selain Brimob Polri. Gultor Kopassus, Raiders, Bravo dan Denjaka. Kasih waktu satu bulan untuk menumpas mereka," ujarnya.