Ban Motor Berumur 2 Tahun Masih Tebal, Perlu Diganti?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Terdapat dua jenis ban yang biasanya digunakan di sepeda motor, yaitu tube tire dan tubeless. Tube tire masih menggunakan ban dalam. Sedangkan tubeless adalah ban yang dirancang tanpa menggunakan ban dalam.

Ban tube tire dan tubeless yang sudah menipis atau gundul berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan karena daya cengkeram kurang maksimal.

Ada beberapa poin penting yang harus diketahui kapan ban sepeda motor harus diganti. Tanda-tanda bisa diketahui sebagai berikut:

1. Cek keausan ban

Pada ban sepeda motor diberi indikasi Tread Wear Indicator (TWI). Ini merupakan tanda batas keausan ban yang diizinkan untuk tetap dipakai. Jika kembang ban sudah menyentuh tanda segitiga TWI maka sangat disarankan untuk segera diganti.

"Karena ini akan memengaruhi kenyamanan dan keselamatan berkendara, sehingga menghindari potensi risiko kecelakaan di jalan raya," buka Ade Rohman, Sub Departement Head Technical Service PT Daya Adicipta Motora,.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2. Batas pemakaian

Ban sepeda motor terbuat dari bahan karet yang elastis. Sebaiknya, jika sudah mencapai batas pemakaian 12.000 km segera ganti ban dengan yang baru. Namun angka tersebut bukan angka yang pasti, karena usia ban akan dipengaruhi dengan kondisi medan jalan yang dilalui, berat muatan hingga cara pemakaian sehari-hari.

"Jika dirasa ban sudah terasa tidak nyaman, hal tersebut bisa dijadikan sebagai indikator bahwa kualitas bannya sudah menurun," jelas Ade.

3. Masa pakai ban

Usia ban motor biasanya akan sangat berpengaruh terhadap kualitasnya. Idealnya usia ban motor yang direkomendasikan maksimal adalah 2 tahun. Lebih dari itu, disarankan untuk segera diganti walaupun tingkat keausan ban belum mencapai batas waktu untuk diganti.

"Ban yang sudah melebih batas usia pakai akan mengalami beberapa kendala seperti daya cengkeram yang kurang maksimal, hingga menimbulkan keretakan pada beberapa permukaan ban," ujar Ade.

4. Sering bocor

Jika mengalami kebocoran lebih dari 2 kali akibat benda tajam seperti paku atau pecahan kaca, sebaliknya ban diganti baru. Hal ini agar ban dapat bekerja secara optimal dan membuat perjalanan aman dan nyaman.

Sumber: Otosia.com

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel