Ban Tubeless Sering Kurang Angin, Ini Ragam Penyebabnya

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Para pemilik mobil dan motor sudah tidak asing dengan keberadaan ban, yakni karet bundar yang menempel pada pelek.

Fungsinya adalah untuk memberi cengkeraman pada aspal, sehingga saat roda berputar maka kendaraan akan melaju. Tanpa ban, maka traksi jadi berkurang dan tenaga dari mesin banyak yang terbuang sia-sia.

Jika dilihat dari jenisnya, saat ini ada dua ban yang umum dipakai, yakni yang memakai ban dalam dan tubeless. Model yang kedua banyak jadi pilihan, karena dianggap lebih praktis dan aman.

Namun, bukan berarti ban tubeless tidak bebas dari masalah. Salah satu yang banyak dialami pengguna mobil atau motor, yakni kurang angin.

Meski sudah ditambah tekanannya, namun keesokan harinya ban akan kembali terlihat berkurang tekanannya. Selain membuat perjalanan jadi kurang nyaman, hal ini juga berbahaya karena ban bisa rusak secara tiba-tiba.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Seva, Selasa 27 April 2021, ada beberapa penyebab mengapa hal itu bisa terjadi. Pertama yakni adanya kerusakan pada pentil, sehingga udara bisa keluar dari sela-sela lubang. Biasanya ini terjadi jika umur pentil sudah cukup lama, sehingga perlu diganti dengan yang baru.

Penyebab lainnya adalah tutup pentil tidak terpasang atau hilang. Fungsinya adalah untuk menjaga agar bagian dalam pentil aman dari debu dan air, jika hilang maka karet di dalam bisa rusak atau getas.

Pelek yang tidak lagi rata dan utuh juga dapat menyebabkan tekanan ban berkurang. Ini umumnya terjadi apabila roda menghantam lubang atau benda keras dengan kencang.

Terakhir dan tidak kalah penting, yakni kondisi ban yang sudah tidak ideal. Bisa jadi ada retakan di dinding karet, atau tambalan yang tidak dipasang dengan sempurna.