BANA - Si Pisang Berjalan-Jalan, Dorong Anak Menghargai Makanan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Limbah makanan di Indonesia menjadi salah satu masalah yang perlu diperhatikan dengan serius. Untuk itu, IKEA Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar Swedia dan Greeneration Foundation untuk meluncurkan program Indonesia Children Care for the Environment atau ICCFTE. Kolaborasi ini juga mendorong sebuah peluncurkan buku anak, BANA - Si Pisang Berjalan-Jalan.

Merupakan bentuk nyata dari inisiasi ICCFTE, buku anak ini disampaikan melalui pendekatan yang menarik. Tujuannya, agar anak-anak dapat lebih menghargai setiap makanan agar tidak terbuang sia-sia, sertamengerti akan pemanfaatan limbah makanan untuk dijadikan produk lain yang turut bermanfaat bagilingkungan sekitar.

BANA bercerita tentang pisang dan teman-temannya selama perjalanan hidup sejak dipetik hingga dikonsumsi. Buku ini bisa Sahabat Fimela unduh secara gratis di laman situs IKEA di link berikut dan Greeneration Foundation.

“Kami selalu percaya bahwa makanan terlalu berharga untuk dibuang. Hal ini yang menjadi semangatkami untuk terus mengedukasi publik tentang pentingnya menghargai setiap makanan dan mengurangilimbah makanan. Kami juga yakin pengetahuan ini harus diajarkan sejak dini, oleh karena itu IKEAIndonesia bersama Kedutaan Besar Swedia dan Greeneration Foundation hari ini memperkenalkanprogram ICCFTE,” ujar Food Commercial Manager IKEA Indonesia, Ririh Dibyono.

Layanan IKEA Food

ilustrasi pisang | pexels.com/@apasaric
ilustrasi pisang | pexels.com/@apasaric

Layanan IKEA Food telah dinikmati oleh 680 juta pelanggan di seluruh dunia. Maka dari itu, IKEAmengemban tanggung jawab besar untuk mengelola limbah makanan dengan tepat. IKEA berupaya untukmengurangi limbah makanan berskala industri dengan menggunakan hirarki pengelolaan limbah sebagaipedoman. Di dalam hirarki pengelolaan limbah tersebut, IKEA fokus pada upaya pencegahan dan daurulang. Salah satunya dengan menggunakan teknologi waste watcher, sistem timbangan pintar yang dapat mengukur dan merekam limbah pangan yang dihasilkan setiap harinya. Selanjutnya, IKEA akanmenganalisa cara terbaik untuk mengurangi limbah yang dihasilkan berdasarkan laporan tersebut.Dengan menggunakan sistem penimbangan ini, IKEA Food berhasil mengurangi limbah makanan sebesar31% atau setara dengan 15,000 makanan tahun 2019 hingga 2020.

IKEA Food bersama Waste4Change juga secara aktif mengelola limbah makanan yangdihasilkan dari dapur untuk menghindari limbah makanan berakhir di TPA dengan mengolah kembalimenjadi sumber energi lain seperti kompos. Tahun ini, bersama dengan Kedutaan Besar Swedia danGreeneration Foundation, IKEA Indonesia berinisiasi untuk menjangkau anak-anak dalam edukasi limbahmakanan dengan program ICCTFE.

#elevate women