Banda Aceh Raih WTP Lima Kali Berturut-turut

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kota Banda Aceh meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut, setelah pada 2013 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali memberikan predikat tersebut terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2012.

Opini WTP yang terangkum dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan Kepala BPK RI Perwakilan Aceh Maman Abdurrahman kepada Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal di Banda Aceh, Rabu.

Maman Abdurrahman mengatakan, BPK RI memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh yang mampu meraih opini WTP lima kali berturut-turut.

"Prestasi ini merupakan yang kelima kali berturut-turut, sebuah prestasi yang perlu mendapat apresiasi. Kami berharap Pemerintah Kota Banda Aceh mampu mempertahankan predikat opini WTP," katanya.

Meskipun meraih WTP, kata dia, BPK memberikan beberapa catatan yang harus diperbaiki dan ditindaklanjuti 60 hari sejak penyerahan LHP tersebut.

"Catatan yang harus diperbaiki seperti barang milik negara yang dipinjam pakai anggota legislatif belum sesuai ketentuan dan beberapa catatan lainnya," papar dia.

Selain itu, Maman Abdurrahman mengatakan penyerahan LHP untuk Pemerintah Kota Banda Aceh merupakan yang pertama di Aceh dan yang ke tujuh untuk kabupaten/kota di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mengatakan prestasi meraih opini WTP merupakan milik masyarakat yang mempercayakan pemerintahan kepada eksekutif dan legislatif.

"Prestasi ini juga merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran eksekutif dan legislatif. Karena itu, kami berharap harmonisasi antara eksekutif dan legislatif terus terbina di masa mendatang," katanya.

Menyangkut adanya beberapa catatan yang menjadi temuan BPK, Wakil Wali Kota Banda Aceh itu berjanji akan menindaklanjuti dan memperbaiki sesuai arahkan lembaga pemeriksaan keuangan tersebut.

"Kami segera menindaklanjuti temuan BPK ini. Kami juga terus memperbaiki kekurangan yang ada, sehingga tidak ada lagi temuan dari BPK di masa mendatang," kata Illiza Saaduddin Djamal.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.