Bandar Gunung Bugis Diringkus, Polresta Balikpapan Amankan 3,1 Kilogram Sabu

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Balikpapan Tampaknya bisnis narkoba di Kota Balikpapan semakin subur. Terbukti, pengungkapan kasus peredaran narkoba dengan jumlah besar berhasil dilakukan.

Seperti yang diungkap oleh Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Balikpapan. Mereka berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 3,1 kilogram. Dua orang tersangka diduga bandar dan pengedarnya pun diringkus polisi.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa di kawasan Jalan Mayjen Soetoyo, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota kerap terjadi kegiatan yang mencurigakan, yakni transaksi narkoba.

Mendapat laporan tersebut, tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Balikpapan melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Setelah kurang lebih satu minggu melakukan penyelidikan, akhirnya membuahkan hasil. Pada Rabu (3/11/2021) malam sekitar pukul 19.30 Wita, petugas berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial RB (27) warga Balikpapan Utara, di kawasan Gunung Malang, saat hendak bertransaksi narkoba jenis sabu.

“Saat diamankan anggota kami pelaku sempat mengelak (transaksi sabu),” ujar Kapolresta Balikpapan Kombes Pol V Thirdy Hadmiarso, didampingi Kasat Resnarkoba Polresta Balikpapan, AKP Tasimun, saat jumpa pers di halaman Mapolresta Balikpapan, Jumat sore (5/11/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pengeledahan

Barang bukti kasus narkoba di Polresta Balikpapan.
Barang bukti kasus narkoba di Polresta Balikpapan.

Petugas tidak begitu saja percaya, lantaran aktivitas pelaku sudah dipantau sejak seminggu lalu. Pelaku yang masih berada di atas sepeda motor pun langsung dilakukan penggeledahan oleh aparat kepolisian. Benar saja, saat memeriksa bungkus rokok pelaku, polisi menemukan bungkusan plastik bening berisi serbuk kristal.

Setelah ditanya, RB akhirnya mengaku bahwa bungkusan tersebut berisi narkoba jenis sabu seberat 0,44 gram.

“Dari sana tersangka diinterogasi oleh anggota kami. Awalnya tersangka tidak mengakui bahwa masih menyimpan barang bukti sabu. Anggota kami tetap melakukan pengecekan dilakukan ke rumah kontrakan tersangka,” beber Thirdy.

Penggeledahan dilakukan di rumah kontrakan RB di kawasan Jalan Strat VU Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. Benar saja di sana polisi menemukan 26 paket narkoba dengan berbagai berat. Dengan total keseluruhan mencapai 3.179, 44 gram atau 3,17 kilogram.

“Kemudian kami langsung interogasi untuk mencari tau siapa dan dari mana tersangka ini memperoleh sabu tersebut,” papar perwira berpangkat tiga melati di pundak.

Tak masuk mendekam di sel tahanan sendiri, RB pun bernyanyi, bahwa dia hanya dititipi barang haram senilai Rp 4,5 miliar tersebut dari seseorang berinisial HU (30) warga Gunung Bugis, Balikpapan Barat.

Tak buang-buang waktu, polisi pun bergegas menuju rumah tersangka HU dan langsung meringkusnya, pada Kamis (4/11/2021) siang sekira pukul 11.00 Wita. Penggeledahan rumah HU juga dilakukan, namun polisi hanya menemukan handpone HU yang selalu digunakan untuk bertransaksi narkoba.

Saat diinterogasi, HU pun mengaku bahwa sabu seberat 3,17 kilogram itu miliknya yang dititipkan ke RB. HU juga mengatakan bahwa sabu itu didapat dari seseorang berinisial HR dari Kota Samarinda, yang saat ini masih dalam pengejaran petugas.

“Setelah diinterogasi awalnya tersangka HU ini mendapatkan sabu tersebut pada 1 Oktober 2021, dia menerima telepon dari HR yang menggunakan privat number untuk mengambil sabu tersebut di Samarinda,” papar Thirdy.

Modus Pengiriman Narkoba di Kaltim

Petugas menata barang bukti 25 kilogram sabu di Kantor BNN, Jakarta, Senin (22/5). BNN mengungkap kasus peredaran Narkoba jaringan internasional yang dikendalikan terpidana mati, Togiman alias Toge dari Lapas Tanjung Gusta. (Liputan6.com/Yoppy Renato)
Petugas menata barang bukti 25 kilogram sabu di Kantor BNN, Jakarta, Senin (22/5). BNN mengungkap kasus peredaran Narkoba jaringan internasional yang dikendalikan terpidana mati, Togiman alias Toge dari Lapas Tanjung Gusta. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

HU kemudian berangkat ke Samarinda, lokasi pengambilannya di kawasan Jalan Temindung. Di sana dia mengambil tas kain berisi sabu dan membawanya ke Balikpapan.

Kemudian sesampainya di Balikpapan, pada tanggal 3 Oktober 2021, HU menghubungi RB dan mengajak bertemu di kawasan Somber, Balikpapan Utara untuk menitipkan sabu tersebut.

Selanjutnya, pada 8 Oktober 2021 HU kembali dihubungi seseorang menggunakan privat number untuk kembali mengambil narkoba di wilayah Samarinda. Di mana sejumlah paket sabu tersebut di simpan dalam tas kain dan di letakkan di pinggir jalan.

Setelah kembali mendapatkan pasokan sabu, ada 10 Oktober 2021 HU kembali menitipkan sabu tersebut kepada RB. Keduanya kembali bertemu di kawasan Somber, Balikpapan Utara.

Bahkan saat itu RB diberi upah Rp 6 juta untuk menyimpan sabu-sabu tersebut. Selain itu, RB juga dijanjikan akan diberi uah Rp 200 ribu setiap kali diminta untuk mengantarkan sabu tersebut, bahkan HU mengatakan ke RB jika untuk dikonsumsi sendiri dipersilahkan.

“Dari pengakuan RB sudah tiga kali dia mengantarkan sabu yang dititipkan ke HU,” sebut Kapolresta Balikpapan.

Saat ini pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus jaringan narkoba kiloan di wilayah Balikpapan ini. Karena diduga ada bandar besar di balik HU yang belum disentuh petugas.

Dari pengungkapan narkoba ini, polisi berhasil menyelamatkan 15 ribu jiwa dari penyalahgunaan narkoba.

Akibat perbuatannya kedua terdangka diganjar dengan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2 ) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Simak Video Pilihan Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel