Bandar Narkoba yang Tewas di Medan sudah Lama Jadi Buronan Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang bandar narkoba bernama Nasib (40) warga Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, tewas ditembak aparat kepolisian. Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, Nasib merupakan bandar narkoba yang telah lama menjadi target operasi Polres Pelabuhan Belawan. Sebelum menangkap Nasib, petugas terlebih dahulu menangkap Muhammad Daud dan Safia.

"Daud (residivis) dan Safia merupakan bandar narkoba adik dari Nasib. Kasusnya pun sudah dilimpahkan tahap dua ke jaksa penuntut umum," kata Hadi, Selasa (15/11).

Selain menangkap dua adik dari Nasib. Petugas juga menangkap dua tersangka lainnya bernama Wahyudi Asmara (32) dan Rahmanda Putra alias Jul Kera (29) yang merupakan residivis.

"Selama kurang lebih tujuh bulan Polres Pelabuhan Belawan sudah menangkap empat bandar narkoba atau pengedar di Gang Mapo (lokasi kejadian). Untuk perkaranya itu keempat tersangka sudah tahap II JPU," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Faisal RH mengatakan, bandar narkoba itu mencoba merebut senjata api milik petugas saat proses penangkapan di rumahnya.

"Saat bergumul dan tarik-tarikan, senjata api milik personel itu meletus hingga tertembak mengenai tersangka, lalu meninggal dunia setelah dibawa ke Rumah Sakit Mitra Medika," katanya.

Menurut Faisal, personel Satresnarkoha Polres Pelabuhan Belawan menemukan sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu di lokasi penangkapan.

"Dari tempat kejadian petugas mengamankan tersangka Nasib dengan barang bukti sabu-sabu dengan berat 20,91 gram dan pisau besi," ujarnya. [cob]