Bandara Adi Soemarmo Perketat Pengamanan Usai Teror Bom Makassar

Fikri Halim, Fajar Sodiq (Solo)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pengelola Bandara Adi Soemarmo dan tim gabungan dari Lanud Adi Soemarmo meningkatkan kewaspadaan di bandara usai aksi teror bom yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Tak hanya itu, petugas keamanan juga mengerahkan anjing pelacak untuk mengecek di kawasan bandara.

“Avsec (aviation security) bandara beserta tim gabungan dari Lanud Adi Soemarmo menurunkan Bigradir Anjing (Brigan) untuk melakukan pemeriksaan di terminal bandara,” kata General Manager Bandara Adi Soemarmo Yani Ajat Hermawan di Bandara Adi Seomarmo, Solo, Selasa, 30 Maret 2021.

Menurut dia, penjagaan keamanan di bandara memang ditingkatkan setelah terjadinya serangan aksi bom bunuh diri di Makasar. Hal ini dilakukan karena bandara merupakan salah satu objek vital negara.

“Pemeriksaan ini dilakukan untuk lebih waspada pascabom bunuh diri itu. Tim gabungan yang terlibat dalam penjagaan bandara ini meliputi aviation security bandara, Satpom Bigran, dan BKO TNI AU,” jelasnya.

Selain melakukan pemeriksaan di terminal bandara, lanjut Yani, pemeriksaan juga menyasar kargo dan area parkir bandara. Tak hanya itu, peningkatan keamanan juga dilakukan di kawasan masuk area bandara sehingga setiap kendaraan yang akan masuk harus melalui pemeriksaan petugas.

“Pemeriksaan di pos kendaraan yang akan masuk ke area bandara, di parimeter, ketelitian dalam pemeriksaan sesuai SOP terhadap orang maupun petugas dan kendaraan yang memasuki area inside,” jelasnya.

Seperti diketahui aksi bom bunuh diri telah terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar pada Minggu, 28 Maret 2021 sekitar pukul 10.20 WIT. Pelaku adalah pasangan suami istri yang tewas karena aksinya melakukan bom bunuh diri.