Bandara Bali akan Sibuk saat Mendekati Puncak KTT G20, Diprediksi Ada 300 Pesawat

Merdeka.com - Merdeka.com - Kondisi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali akan super sibuk saat puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Diperkirakan akan ada 300 pesawat yang tiba dan pergi pada tanggal 13 sampai 15 November 2022.

Direktur PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi mengatakan, diperkirakan ada 42 ribu penumpang mendekati puncak KTT G20. Dari angka itu sebanyak 22 ribu adalah penumpang internasional.

"Iya perkiraan kita sekitar 42 ribu, itu domestik dan internasional. Di mana 22 ribunya adalah penumpang internasional sisanya adalah domestik. Per hari itu ada sekitar 300 pesawat, take off landing," kata Faik saat ditemui di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (10/11) sore.

Dia mengimbau agar masyarakat menghindari bepergian ke Bali pada tanggal 13 November hingga 15 November 2022.

"Kita harapkan untuk kegiatan di luar kepentingan G20, kalau memang ke Bali sebelum tanggal 13 karena nanti di tanggal 14 dan 15 itu bandaranya sangat padat, dan secara khusus juga untuk penerbangan domestik kita fokuskan dari Jakarta. Jadi untuk rute-rute di luar Jakarta yang domestik kita upayakan kalau bisa berangkat lewat Jakarta," ujarnya.

AP I secara resmi membuka operasional Posko Terpadu Monitoring KTT G20 di Bandara Ngurah Rai. Posko tersebut mulai beroperasi pada tanggal 10 hingga 22 November mendatang, serta ditujukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, fasilitas serta layanan di bandara pendukung KTT G20 yang akan berlangsung pada 15 hingga 16 November 2022.

"Sangat fokus dengan telah mempersiapkan banyak hal untuk mendukung kelancaran kegiatan KTT G20, yaitu dari sisi infrastruktur bandara, penerapan standar layanan, dan penerapan rekayasa operasional bandara baik di sisi udara dan sisi darat untuk memastikan kelancaran operasional penanganan penerbangan dan delegasi," terangnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa kesiapan operasional untuk KTT G20 tidak hanya di Bandara I Gusti Ngurah saja, kesiapan operasional pada bandara kelolaan Angkasa Pura I lainnya yang menjadi bandara pendukung selama penyelenggaraan KTT G20 menjadi hal utama dalam memberikan pelayanan prima.

"Dan memastikan kelancaran operasional terhadap penanganan penerbangan dan delegasi KTT G20," imbuhnya.

Selain Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berfungsi sebagai bandara utama untuk penempatan pesawat delegasi KTT G20, sebanyak delapan bandara yang dikelola Angkasa Pura I ditetapkan sebagai bandara lokasi penempatan pesawat VVIP dan pendukung berdasar atas Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE 12, Tahun 2022 tentang pengaturan operasional penerbangan selama penyelenggaraan KTT Presidensi G20 Indonesia tahun 2022.

Kemudian, delapan bandara pendukung tersebut adalah Bandara Internasional Lombok, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Untuk mendukung kelancaran penanganan penempatan pesawat VIP dan pesawat pendamping delegasi KTT G20, Angkasa Pura I telah menyiapkan sebanyak 66 parking stand pesawat di sembilan bandara tersebut, yang terdiri dari 27 parking stand yang diperuntukkan untuk pesawat berbadan lebar atau wide body, dan 39 parking stand untuk pesawat berbadan sempit atau narrow body. Khusus di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Angkasa Pura I telah menyiapkan sebanyak 16 parking stand pesawat, dengan rincian 13 parking stand untuk pesawat berbadan lebar dan 3 parking stand untuk pesawat berbadan sempit.

Selama periode operasional, Posko Terpadu Monitoring KTT G20 akan diawaki sebanyak 4.498 personel yang berasal dari internal Angkasa Pura I serta dari instansi stakeholder terkait, di antaranya dari TNI AU, TNI AL, TNI AD, Basarnas, Kepolisian, otoritas bandara, Airnav Indonesia, Imigrasi, Bea Cukai, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Balai Karantina, maskapai penerbangan, ground handling, serta anak usaha Angkasa Pura I. [cob]