Bandara Internasional Yogyakarta Bakal Tahan Banjir di 2023

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono targetkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) tuntas dalam 2 tahun, atau pada 2023.

"Agar dapat segera mengendalikan banjir YIA, dua tahun harus selesai," imbuh Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Jumat (5/2/2021).

Dikatakan Menteri Basuki, perubahan iklim menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau, serta pola hujan dengan durasi pendek namun intensitasnya tinggi kerap mengakibatkan banjir.

"Upaya penanggulangan bencana, termasuk banjir merupakan tanggung jawab kita bersama. Dalam pelaksanaan mitigasi dan pengurangan risiko bencana, penerapan teknologi sangat penting seperti pembangunan bendungan pengendali banjir, sabo dam, jembatan bailey, dan rumah tahan gempa," tuturnya.

Dalam mengurangi risiko banjir Bandara Internasional Yogyakarta, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Ditjen Sumber Daya Air membangun sejumlah prasarana pengendali banjir pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogowonto dan Serang.

Dukungan infrastruktur dilakukan secara terpadu mulai dari perbaikan/normalisasi badan sungai, peningkatan kapasitas sungai, pembangunan sistem drainase, sodetan, kolam retensi, rumah pompa, hingga bangunan penahan penampung air sepanjang sungai (longstorage) dan bangunan jetty di muara Bogowonto.

Pembangunan pengendali banjir Bandara YIA dibagi menjadi empat paket pekerjaan yang dilaksanakan sejak 2020 hingga 2023. Pertama yakni pembangunan pengaman Muara Sungai Bogowonto Sisi Barat yang dilaksanakan kontraktor PT Bumi Karsa-Abipraya lewat skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan nilai kontrak Rp 389,9 miliar.

Paket kedua yakni Pembangunan Pengaman Muara Sungai Bogowonto Sisi Timur yang dilaksanakan kontraktor PT Wijaya Karya-Aneka Dharma Persada (KSO) dengan nilai kontrak Rp 375,5 miliar.

Selanjutnya, paket ketiga pembangunan prasarana pengendali banjir Sungai Bogowonto yang dilaksanakan kontraktor PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp327,4 miliar.

Lalu paket keempat yakni pembangunan prasarana pengendali banjir Sungai Serang oleh PT Pembangunan Perumahan (PT PP) dengan nilai kontrak Rp 268 miliar.

Risiko Banjir

Suasana di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Rabu (11/11/2020). Pembangunan bandara yang mendapatkan penghargaan MURI di desain menggambarkan budaya Yogyakarta yang menghabiskan 130 ribu liter kaleng cat oleh AkzoNobel. (Liputan6.com/Pool)
Suasana di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Rabu (11/11/2020). Pembangunan bandara yang mendapatkan penghargaan MURI di desain menggambarkan budaya Yogyakarta yang menghabiskan 130 ribu liter kaleng cat oleh AkzoNobel. (Liputan6.com/Pool)

Risiko banjir Bandara YIA disebabkan karena kapasitas saluran drainase di kawasan bandara tidak mampu menampung debit banjir Sungai Bogowonto dan Serang. Terdapat dua langkah penanganan oleh BBWS Serayu Opak yakni pembangunan sistem drainase dan pengendalian debit sungai.

Untuk sistem drainase di antaranya dilakukan peningkatan kapasitas Kali Deres, Kali Carik Barat, sodetan Kali Turi, dan Longstorage Ledeng. Kemudian untuk pengendalian banjir pada Sungai Bogowonto dan Serang diantaranya dilakukan pengerukan dan pelebaran alur Sungai Jaelantoro, Plumbon, dan Deres.

Selanjutnya pelebaran sungai sebagai longstorage, pembangunan kolam retensi Carik Timur dan Macanan, perbaikan pintu air, pemasangan pompa air, revetment, dan pembangunan jalan inspeksi Sungai Bogowonto sepanjang 2 km.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: