Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga jaga konektivitas penerbangan

·Bacaan 2 menit

Executive General Manager Bandara Jenderal Besar Soedirman, Catur Sudarmono mengatakan konektivitas penerbangan di bandara yang berlokasi di Purbalingga, Jawa Tengah ini tetap terjaga di tengah pandemi Covid-19.

“Slot penerbangan yang tersedia di Bandara Jenderal Besar Soedirman saat ini adalah rute Jakarta - Purbalingga - Surabaya dan Surabaya - Purbalingga - Jakarta. AP II bersama Citilink berkomitmen untuk selalu fokus dalam melayani perjalanan masyarakat Purbalingga dan sekitarnya," kata Catur Sudarmono dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Catur menjelaskan bandara di Purbalingga yang diaktifkan pada 1 Juni 2021 ini, telah merangkai konektivitas dari barat ke timur di Jawa, melalui rute penerbangan Jakarta - Purbalingga - Surabaya yang dioperasikan maskapai Citilink.

"Sejak pertama kali akses penerbangan dibuka pada Juni, trafik penerbangan di Purbalingga semakin tumbuh hingga kini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 tetap menjadi prioritas guna memberikan rasa aman dan nyaman penumpang pesawat.

“Sebagai upaya mendukung penerapan protokol kesehatan, fasilitas rapid test antigen Covid-19 akan tersedia dalam waktu dekat di Bandara Jenderal Besar Soedirman sehingga calon penumpang pesawat dapat lebih mudah dalam melakukan tes," katanya.

Adapun sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 62/2021, untuk penerbangan antar bandara di Jawa - Bali, bagi penumpang pesawat yang sudah menjalani vaksinasi dosis kedua dapat menunjukkan hasil tes rapid test antigen sebagai syarat penerbangan.

Catur mengungkapkan Bandara Jenderal Besar Soedirman merupakan bandara yang memiliki tugas untuk memperluas konektivitas penerbangan di Jawa Tengah bagian Selatan, membuka akses penerbangan di Purbalingga dan kota-kota sekitarnya seperti Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Kebumen dan Karesidenan Banyumas.

“Rute penerbangan di Jawa banyak dilakukan melalui bagian Utara. Dengan adanya Bandara Jenderal Besar Soedirman maka trafik penerbangan di bagian Selatan akan meningkat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa pasar penerbangan di Purbalingga adalah warga asli Purbalingga yang merantau atau bekerja di kota-kota lainnya. Di samping itu, Bandara Jenderal Besar Soedirman tentunya juga mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Purbalingga dan kota-kota sekitarnya.

Keberadaan bandara ini juga tidak lepas dari dukungan penuh dari Pemkab Purbalingga yang menyediakan terminal penumpang sementara berukuran 20 x 20 meter. Adapun ke depannya, sudah direncanakan pembangunan terminal hingga berkapasitas 300.000 penumpang/tahun.

“Trafik di bandara ini biasanya cukup tinggi pada akhir pekan didominasi oleh warga yang pulang ke Purbalingga dan kota sekitar setelah sepekan bekerja di luar kota. Biasanya mereka butuh waktu berjam-jam jika melalui darat, kini dengan adanya bandara hanya cukup kurang dari sekitar 1 jam penerbangan. Bandara ini sudah ditunggu kehadirannya oleh masyarakat dari 15 tahun silam,” tambahnya.

Sementara itu, Station Manager Citilink Purbalingga Muhamad Mulyanudin menuturkan dalam melayani penerbangan Jakarta - Purbalingga - Surabaya dan sebaliknya, Citilink menggunakan pesawat turbo propeller ATR 72-600 berkapasitas sekitar 72 kursi penumpang.

"Citilink telah mendapat slot penerbangan pada Kamis dan Sabtu untuk mengoperasikan rute Jakarta - Purbalingga - Surabaya dan sebaliknya," kata Muhamad Mulyanudin.

Baca juga: Menhub apresiasi kolaborasi operasi Bandara Jenderal Besar Soedirman
Baca juga: Presiden Jokowi tinjau Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga
Baca juga: Pertama kalinya, pesawat mendarat di Bandara Jenderal Besar Soedirman

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel