Bandara Juanda layani 6,8 juta penumpang selama 2020

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 1 menit

Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, melayani sebanyak 6,8 juta penumpang selama 2020 dengan pergerakan pesawat sebanyak 69.248 unit dan 65.310.883 kilogram kargo.

PTS General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, MMA. Indah Preastuty, Sabtu, mengatakan capaian kinerja operasional tersebut masih didominasi penerbangan domestik karena penerbangan internasional masih dilakukan terbatas.

"Jumlah penumpang tertinggi pada masa pandemi COVID-19 terjadi pada Desember sejumlah 605.795 penumpang," ujarnya di Sidoarjo.

Baca juga: Lebih dari 150 ribu orang bepergian via Bandara Juanda dalam sepekan

Ia menjelaskan secara total, kinerja Bandara Juanda menyumbang 21 persen dari total kinerja operasional perusahaan.

"Jumlah penumpang yang telah dilayani oleh 15 bandara di bawah kelolaan PT Angkasa Pura I (Persero) selama tahun 2020 sebanyak 31,8 juta dan 385 ribu pergerakan pesawat," katanya.

Ia mengatakan jika dibandingkan dengan trafik 2019 untuk Bandar Udara Internasional Juanda terjadi penurunan 59 persen, karena terdapat pembatasan perjalanan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran COVID 19.

Baca juga: Bandara Juanda tambah kuota layanan uji cepat antigen

Menurut Indah, meski secara total jumlah trafik tahun ini tidak setinggi kinerja tahun lalu namun data perbulan menunjukkan peningkatan, terutama sejak pertengahan tahun atau triwulan III.

"Tren pertumbuhan trafik penumpang pesawat udara konsisten terjadi sejak bulan Juli," katanya.

Ia mengatakan pertumbuhan tetap terjadi sampai dengan Desember 2020, dengan tetap menjalankan kebijakan pengetatan dokumen syarat perjalanan angkutan udara.

"Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran dan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan transportasi udara terus meningkat," ucapnya.

Ia menjelaskan sebagai pengelola bandara, pihaknya bersama instansi komunitas bandara tetap mengoptimalkan penerbangan baik dari dan menuju Bandara Juanda, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan yang mengacu pada aturan protokol kesehatan.

"Salah satunya melalui proses pemeriksaan dokumen syarat penerbangan dan penyediaan fasilitas pendukung syarat penerbangan lainnya seperti layanan tes COVID-19," ujarnya.