Bandara Kota Singkawang Masih Proses Amdal

Pontianak (ANTARA) - Pembangunan bandar udara baru di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, hingga kini masih dalam proses pembahasan analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal).

"Saat ini sedang diproses Amdalnya. Ditelaah, setelah ada penetapan lokasi dari Menteri Perhubungan di tahun 2009 lalu," kata Kepala Bidang Perhubungan Udara, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, Agustinus Edi Sukarno di Pontianak, Kamis.

Menurut dia, total anggaran yang dibutuhkan untuk proses pembahasan Amdal tersebut Rp600 juta.

Ia melanjutkan, lokasi bandar udara baru di Kota Singkawang itu terletak di wilayah Kecamatan Singkawang Selatan dengan luas 145 hektare.

"Prosesnya masih butuh waktu sebelum kegiatan fisik dilaksanakan," ujar Agustinus Edi Sukarno.

Ia menambahkan, setelah pembahasan Amdal selesai dan rekomendasi dikeluarkan, maka akan diusahakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Setelah itu selesai, baru dilaksanakan pembangunan fisiknya," kata Agustinus Edi Sukarno.

Sedangkan untuk penganggaran, total anggaran yang dibutuhkan membangun bandar udara baru itu sekitar Rp500 miliar.

Ia menegaskan, pembangunan bandar udara itu tidak menggunakan uang negara. "Keseluruhan anggaran tersebut berasal dari investasi swasta. Bukan dari APBN," kata Agustinus Edi Sukarno.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalbar, Darmawan mengakui Amdal untuk Bandar Udara Kota Singkawang sedang dalam kajian.

"Sudah dimulai di tahun 2011 ini. Dokumen perencanaannya juga sudah jadi," ujar Darmawan.

Ia melanjutkan, akan ada empat kali rapat untuk pengurusan proses Amdal tersebut. (rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.