Bandara Lombok Raih Predikat Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat 2020

·Bacaan 2 menit

Mataram - Bandara Lombok di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil meraih predikat Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat 2020 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Menurut General Manager Bandara Lombok Nugroho Jati, penghargaan ini merupakan bagian ajang Pemberian Penghargaan Bidang Kesehatan Lingkungan Tahun 2020 yang digelar secara daring pada Selasa, 17 November 2020.

"Penghargaan ini merupakan apresiasi Kemenkes atas dukungan dan komitmen pelabuhan dan bandar udara dalam mewujudkan lingkungan sehat yang memenuhi kriteria sesuai peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat," ujarnya melansir laman Anrara Rabu, (18/11/2020).

Jati menyambung, penghargaan ini sudah digelar sejak 2013 sebagai agenda rutin dua tahun sekali. Pada 2020, dari 12 bandara yang mengikuti verifikasi penilaian untuk mendapat penghargaan, terpilih tujuh bandara yang mendapat predikat Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat 2020.

Ketujuh bandara adalah, Bandara Lombok (NTB), Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang (Jawa Tengah), Bandar Udara SAMS Sepinggan Balikpapan (Kalimantan Timur), Bandara Raja Haji Fisabililah Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Bandara Soekarno-Hatta (Banten), Bandara Sultan Thaha (Jambi), dan Bandara Kalimarau Berau (Kalimantan Timur).

Jati menambahkan, penghargaan ini melibatkan lintas sektor sebagai bagian dari tim penilai, terdiri dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Proses verifikasi dan penilaian yang akhirnya membuat Bandara Lombok keluar sebagai pemenang ini dilakukan melalui presentasi secara virtual dan didukung dokumentasi video sebagai pengganti verifikasi lapangan yang tak bisa dilakukan karena pandemi.

Jadi Pendorong dan Motivasi

Wisatawan antre memasuki terminal keberangkatan Bandara Lombok Praya di pulau Lombok, NTB, Senin (6/8). BNPB melaporkan Bandara Lombok Praya pada pagi ini menjalani aktivitas seperti biasa setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,0 SR. (AFP/Adek BERRY)
Wisatawan antre memasuki terminal keberangkatan Bandara Lombok Praya di pulau Lombok, NTB, Senin (6/8). BNPB melaporkan Bandara Lombok Praya pada pagi ini menjalani aktivitas seperti biasa setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,0 SR. (AFP/Adek BERRY)

Nugroho Jati mengucap rasa terima kasihnya pada para personel Bandara Lombok, serta seluruh pihak dan stakeholder terkait yang telah mendukung upaya, juga komitmen mereka dalam menciptakan lingkungan bandar udara yang sehat, aman, nyaman, dan bersih.

"Kami berharap apresiasi ini bisa jadi pendorong dan motivasi untuk terus meningkatkan kebersihan dan kesehatan di lingkungan bandar udara," tutupnya.

Bandara Lombok dioperasikan oleh PT Angkasa Pura I dan dibuka pertama kali pada 1 Oktober 2011 untuk menggantikan fungsi dari Bandara Selaparang Mataram.

Bandara yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini melayani penerbangan domestik maupun international. Arsitektur bandara ini memiliki ciri khas rumah adat sasak, tapi dengan bahan-bahan modern, seperti baja galvanis.

Infografis Bandara Baru Yogyakarta Segera Beroperasi. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Bandara Baru Yogyakarta Segera Beroperasi. (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan video pilihan di bawah ini: