Bandara Tunggul Wulung Jawa Tengah Segera Diaktifkan Kembali

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah akan mengaktifkan kembali penerbangan dari dan ke Bandara Tunggul Wulung yang terletak di Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

Ini diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau tiga simpul transportasi di Cilacap, Jawa Tengah, yaitu: Bandara Tunggul Wulung, Terminal Tipe A Mbangun Desa, dan Pelabuhan Tanjung Intan, pada Kamis (25/11/2021).

"Kami diskusi dengan pak Bupati, Forkompinda, dan Kapolres, terkait adanya penerbangan langsung ke sini. Insha Allah dengan adanya kerja sama yang baik antara Pemda dan stakeholder penerbangan, tidak lama lagi akan ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Cilacap dan Semarang ke Cilacap, menggunakan pesawat baling-baling (ATR) yang dapat memangkas waktu perjalanan,” jelas dia.

Dia menuturkan jika peninjauan yang dilakukan terkait sarana dan prasarana infrastruktur di Cilacap demi memastikan konektivitas dan produktivitas transportasi di Cilacap terus meningkat.

"Hal ini guna mendongkrak perekonomian masyarakat Cilacap dan sekitarnya di tengah pandemi Covid-19," jelas dia.

Dibangun 1974

Bandara Tunggul Wulung yang terletak di Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.
Bandara Tunggul Wulung yang terletak di Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

Bandara Tunggul Wulung dibangun Pertamina pada tahun 1974 dan pada tahun 1989 diserahterimakan dan resmi dikelola Departemen Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Saat ini, bandara memiliki landasan pacu sepanjang 140m x 30m dan luas terminal 777m². Juga terdapat 2 (dua) Flying School yang beroperasi di bandara ini, yaitu: Genesha Flight Academy dan Perkasa Flying School.

Dengan fasilitas yang sudah dapat melayani night flight (terbang malam) yang menjadi kurikulum sekolah penerbangan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel