Banding Ditolak, Dosen Unri Tetap Dihukum 3 Tahun Penjara karena Perusakan Rumah

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru menolak upaya hukum banding yang dilakukan Dosen Universitas Riau (Unri), Anthony Hamzah terkait perkara perusakan rumah karyawan PT Langgam Harmuni yang didakwakan kepadanya. Dia tetap divonis 3 tahun penjara seperti vonis Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang.

Penolakan ajuan banding itu dibenarkan Humas Pengadilan Tinggi Pekanbaru, Jumongkas Limbong. "Ya, amar putusan betul seperti itu," ujar Limbong saat dikonfirmasi, Selasa (26/7).

Anthony yang merupakan mantan Ketua Koperasi Sawit Makmur (Kopsa-M) itu dinyatakan bersalah dalam kasus perusakan dan penjarahan rumah dinas karyawan PT Langgam Harmuni beberapa waktu lalu.

Ketua Majelis Hakim PN Bangkinang Dedi Kuswara sebelumnya menyatakan bahwa Anthony terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama terlibat dalam aksi perusakan. Dia telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 170 KUHP.

Putusan Banding

Seusai divonis bersalah, Anthony Hamzah kemudian mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Pekanbaru. Dari laman resmi PT Pekanbaru, https://perkara.pt-pekanbaru.go.id/publik terlihat pengajuan banding tersebut diajukan pada Kamis 16 Juni 2022 dengan nomor surat pengiriman berkas banding W4 U7/2033/HK 01/V1/2022.

Sementara pada 19 Juli 2022 dengan nomor surat putusan 347/PID B/2022/PT PBR, PT Pekanbaru memutuskan menolak permintaan banding dari penasihat hukum terdakwa dan penuntut umum tersebut.

Dalam amar putusan sidang PT Pekanbaru yang dipimpin oleh Hakim Ketua H Panusunan Harahap itu berbunyi: "Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Bangkinang Nomor 109/Pxd B/ 2022/PN Okn tanggal 31 Mer 2022 yang dimintakan banding tersebut. Memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan. Memerintahkan agar masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan sepenuhnya dan pidana yang dijatuhkan kepadanya. Membebani terdakwa untuk membayar biaya perkara peda tingkat banding sejumlah Rp2.000." [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel