Bandung Optimistis Vaksinasi 1 Juta per Hari untuk Capai Herd Immunity

·Bacaan 3 menit

VIVA – Laju penyebaran COVID-19 di Indonesia pascalebaran 2021 lalu, kembali mengalami lonjakan yang mengkhawatirkan. Penyekatan mobilitas orang di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung Raya, diperluas. Tidak hanya itu, munculnya varian baru, menimbulkan rasa khawatir bagi petugas satgas maupun masyarakat.

Dari berbagai narasumber menyatakan, apapun ancaman yang berkembang di masa pandemi ini, kepatuhan protokol kesehatan terutama pada penggunaan masker dan menjauhi kerumunan, menjadi obat mujarab. Namun, untuk mendukung langkah itu, imunisasi nasional atau vaksinasi secara masif cukup baik untuk menekan fatalitas dan meningkatkan imun, untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Memasuki tahun pandemi kedua ini, vaksinasi massal terus digenjot dengan target 1 juta orang per hari. Pemerintah Kota Bandung memastikan, mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo itu dengan memasifkan vaksinasi COVID-19.

Secara nasional, target 1 juta orang itu terdiri dari 600.000 orang oleh pemerintah daerah dan 400.000 orang oleh TNI dan Polri.

Wali Kota Bandung Oded M Danial menilai, kerja sama Pemkot Bandung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, TNI, dan Polri berjalan baik.

"Alhamdulillah, kita sudah melaksanakan vaksinasi ini. Pertama di Grand Ballroom Sudirman, sekarang di Stadion GBLA," ujar Oded, Senin, 21 Juni 2021.

Menurutnya, vaksinasi massal secara masif di stadion sangat dimungkinkan karena pengendalian vaksinasi dapat terkendali.

"Berdasarkan evaluasi yang ada. Sesuai anjuran Pak Presiden, diharapkan tempat vaksinasi itu ada di ruang terbuka. Setelah kita tarik ke (Stadion GBLA), ternyata lebih representatif," ujarnya.

Oded mengaku akan terus mengevaluasi proses pelaksanaan vaksinasi. Karena pelaksanaan vaksinasi masih panjang, sehingga harus lebih baik lagi.

"Ke depan, nanti ini terus kita evaluasi. Stadion ini juga akan rutin digunakan. (Di kewilayahan) akan ada juga. Walau skalanya kecil tapi sesuai anjuran Pak Presiden tempatnya di ruang terbuka, supaya oksigennya enak," katanya.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menambahkan, sesuai arahan Presiden, TNI-Polri karena jalurnya sampai ke seluruh pelosok daerah, bisa memastikan 400.000 orang per hari.

"Dan suntikannya kalau bisa dilakukan di lapangan terbuka yang sirkulasinya bagus seperti di stadion. Hari ini saya menyaksikan di sini, bagus dan ramai. Stadion ini luas jadi tidak perlu berdempetan. Terima kasih rekan-rekan TNI, Polri, dan Pemda telah membantu," katanya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengucapkan terima kasih atas antusias masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi nasional ini. Ia pun menilai akan bisa melebih target.

"Vaksinasi sebanyak 5.000, namun kemungkinan akan lebih. Terlihat dari antusiasme masyarakat di luar yang masih banyak mengantre. Saya lihat banyak sekali usia produktif yang datang di Stadion ini," katanya saat mengunjungi vaksinasi massal di Stadion GBLA, Kamis, 17 Juni 2021.

Pihaknya optimistis program 1 juta vaksinasi per hari dapat terlaksana, karena Polri dan TNI telah merencanakan 100 titik lokasi vaksinasi dengan 4.000 orang peserta, sehingga dapat dicapai 400.000 orang per hari.

"Nantinya pada Juli kita akan melaksanakan vaksinasi satu juta per hari. Optimis bisa tercapai. Bahkan bisa lebih dan harapan kita semua program ini bisa sesuai rencana dan target yang kita inginkan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dengan peninjauan ini bisa diketahui proses pengorganisasian vaksinasi yang dilaksanakan di Stadion GBLA.

"Kita melihat bagaimana kemampuan tim dalam satu jam mampu melaksanakan berapa vaksinasi? Bagaimana mobilisasi masyarakat, dan kemudian teknis pelaksanaan vaksinasi di lapangan," katanya.

"Kalau kita lihat, tentunya optimis bahwa program Pak Presiden untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi satu juta per hari dimana potensi Pemerintah Daerah, TNI-Polri, dan semuanya dioptimalkan," tambahnya.

Namun Sigit memohon, agar masyarakat terus memberikan dukungan agar vaksinasi bisa berjalan lancar. "Sehingga angkanya bisa sesuai dengan yang diharapkan," ujarnya.

Kepala BNPB sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Ganip Warsito juga berharap, semua elemen turut menyukseskan program vaksinasi nasional ini.

"Tolong terus edukasi dan sosialisasikan ke masyarakat. Termasuk sosialisasikan, walau pun sudah divaksin tetap menggunakan masker. Karena itu menjadi salah satu hal penting untuk memutu mata rantai COVID-19," ujarnya.

Jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel