Bang Ucu, Belum Mau Bertemu Jokowi

TEMPO.CO, Jakarta -Nama Bang Ucu atau yang memiliki nama asli M Yusuf bin Muhi, tokoh sekaligus sesepuh Tanah Abang, mulai mencuat saat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berseteru dengan tokoh Tanah Abang lainnya yang juga Wakil DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau Haji Lulung.

Tadi malam, Bang Ucu menghadiri buka bersama Walikota Jakarta Pusat serta Pedagang Kaki Lima Tanah Abang untuk sosialisasi penertiban bagi pedagang yang berjualan di bahu jalan setelah lebaran.

Ketika ditanya apakah dia bersedia datang jika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengundangnya untuk buka bersama atau sekedar ngobrol-ngobrol biasa. Dia sontak menjawab, »Terserah kalau dia mau minta. Kalau gue minta ketemu, amit-amit jabang bayi, gue gak gila jabatan,” ujarnya pada 5 Agustus 2013 di Masjid Al-Makmur Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Tak berselang lama, Bang Ucu lantas menimpali sempat beberapa kali diundang Gubernur DKI Jakarta periode sebelumnya, Fauzi Bowo. Namun ia urung untuk memenuhi undangan tersebut. Apalagi memenuhi undangan Jokowi yang bukan orang Betawi. »Foke aja beberapa kali ngundang tapi saya gak datang, apalagi orang Jawa,” ujar pria yang di dada sebelah kanannya ada tato yang bertuliskan Kill of Tanah Abang ini.

Bang Ucu yang tadi malam menggunakan baju koko warna putih dan berkopiah hitam tersebut masih segar bugar meskipun badannya terlihat kurus.

Selain memiliki tato bertuliskan Kill of Tanah Abang, bagian tubuh lainnya juga dipenuhi tato namun kurang jelas bergambar apa karena tatonya sudah mulai memudar dari kulitnya yang terang dan mulai terlihat keriput.

LINDA TRIANITA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.