Bangga Buatan Indonesia versus TKDN

·Bacaan 4 menit

Dalam dua tahun terakhir, konsumsi rumah tangga yang diarahkan pada produk lokal dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) menjadi salah satu harapan pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

Namun lebih lanjut dari hal itu, tingkat komponen dalam negeri atau TKDN menjadi isu lain yang layak untuk menjadi perhatian.

Sejumlah industri yang terkait langsung dengan kebutuhan hajat hidup orang banyak diharapkan memiliki TKDN yang tinggi sehingga mendatangkan dampak ikutan yang luas. Pada akhirnya pemulihan ekonomi pun dapat diakselerasi.

Jadi Gernas BBI bukan sekadar membeli produk lokal namun lebih jauh dari itu membeli produk buatan lokal dengan TKDN yang tinggi.

Itu termasuk dengan dua kebutuhan yang saat ini sedang menjulang permintaannya yakni industri kosmetik dan fesyen serta industri teknologi informasi.

Untuk kosmetik dan fesyen sejatinya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berharap industri ini dapat menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia di masa depan.

Oleh karena itulah pemerintah mendorong brand lokal untuk berkomitmen memproduksi barang berkualitas agar dapat bersaing dengan brand internasional.

Banyak pendatang baru bermunculan meski pandemi mendatangkan dampak yang luar biasa dari sisi tekanan ekonomi. Salah satunya kosmetik lokal yang justru terdorong naik dari sisi permintaan.

Brand Manager Eusie Comestics Defita, misalnya, mengatakan pihaknya melihat ada celah dan peluang yang besar untuk menggarap segmen pasar kosmetik lokal.

Nilai tambah yang diutamakan mencakup produk yang tersertifikasi BPOM dan diproduksi oleh perusahaan tersertifikasi CPKB Full (GMP) serta tersertifikasi izin Halal dengan grade Excellent di bidang estetika.

Brand itu pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 2021 ke publik sebagai brand kosmetik yang berkomitmen menghadirkan produk-produk yang berkualitas dengan membidik
empat segmen/target market yaitu Eusie Luxury Care, untuk perawatan kulit.

Lalu Eusie Teen, produk yang diciptakan untuk memberikan perlindungan dan perawatan kepada kulit wajah para remaja agar tetap terjaga dengan baik dan alami.

Dan Eusie Baby Care, produk yang diciptakan untuk melindungi si buah hati agar tetap bersih aman dan sehat.

Menurutnya, selama tahun 2021 Eusie Cosmetic fokus untuk memperkenalkan produk-produk yang berkualitas kepada masyarakat Indonesia serta bekerja sama dengan para distributor dan reseller baik online maupun offline serta membangun infrastruktur penjualan yang baik agar menjadi partnership yang baik.

Ia mengatakan, di tahun 2022 Eusie Cosmetics menargetkan menjadi salah satu brand nasional yang berkontribusi pada pemulihan perekonomian bangsa ini.
Baca juga: Luhut minta Bangga Buatan Indonesia masuk kurikulum pendidikan
Baca juga: Gernas BBI diharapkan bisa mendorong pembangunan kemitraan

Perbesar TKDN

Sementara itu dari sisi produsen laptop lokal PT. Zyrexindo Mandiri Buana Tbk. di tengah pandemi menyatakan telah memproduksi ratusan ribu laptop ber-TKDN untuk memenuhi kebutuhan digitalisasi pendidikan yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek sepanjang tahun 2021.

Produsen laptop dengan brand Zyrex itu menjadi salah satu produsen laptop di Indonesia yang memiliki nilai TKDN tertinggi. Dengan nilai TKDN lebih dari 40 persen, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021.

Perusahaan lokal itu pada tahun ini bertekad akan melakukan ekspansi dimana pada tahun 2021, telah menambahkan 4 lini produksi perakitan dan hingga kini berjumlah sebanyak 8 lini produksi, sehingga mempunyai kapasitas produksi melebihi 150.000 unit perbulan untuk dapat memenuhi permintaan yang besar dalam waktu yang terbatas.

Alhasil, pada kuartal III tahun 2021 Zyrex berhasil meningkatkan Penjualan sebesar 132 persen secara year-on-year (YoY) dari Rp179,6 miliar di tahun 2020 menjadi Rp415,4 miliar.

Meresponi program TKDN, Direktur Utama Zyrex, Timothy Siddik mengatakan, program TKDN dari P3DN ini berdampak positif bagi ekosistem industri di Indonesia.

Sebagai produsen laptop merek lokal, pihaknya merasa bahwa TKDN sangat berguna bukan hanya bagi perseroan, melainkan juga bagi perusahaan-perusahaan lain yang berada dalam rantai pasokan.

Pihaknya juga berharap program TKDN ini terus dijalankan dan diperkuat untuk mengembangkan industri dalam negeri.

Indonesia memiliki kelimpahan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diperlukan untuk mendukung industri yang matang. Hampir tidak ada negara seperti Indonesia yang begitu kaya dan melimpah dengan SDA disertai dengan jumlah penduduk ke-4 terbesar di dunia dengan potensi pasar yang terus bertumbuh.

Produk buatan Indonesia menjadi hal penting dalam perkembangan sebuah negara yang maju dan sejahtera.

Ke depan kemudian diharapkan produk lokal yang berkualitas dapat turut meningkatkan minat belanja masyarakat terhadap produk dalam negeri khususnya untuk pasar perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang hingga kini masih didominasi oleh produk impor.
Baca juga: Kemenperin ajak pelaku industri tingkatkan TKDN
Baca juga: Kemenperin bidik 1.250 produk bersertifikat TKDN pada 2022

Kejar Target

Untuk mengejar target 30 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terhubung ke dalam platform digital pada akhir 2023, pemerintah kemudian memutuskan untuk terus menggulirkan program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diluncurkan 14 Mei 2020 oleh Presiden Joko Widodo.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, kolaborasi telah menjadi kekuatan Gernas BBI. Karenanya, konsep BBI 2022 akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk dengan pemerintah daerah.

Luhut mengatakan mulai 2022 akan diterapkan konsep harvesting atau panen UMKM. Hal itu dilakukan dengan pendampingan UMKM berdurasi minimal 3 bulan di tiap provinsi, dan di sini peran pemda atau gubernur sangat penting.

Luhut juga berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh Bank Indonesia dan koordinator kampanye (campaign manager) Gernas BBI untuk mendorong investasi bagi UMKM di daerah, bantuan insentif promosi, hingga mendorong pemanfaatan program Digital Kredit UMKM (DigiKU) dari Himbara sebagai solusi pembiayaan yang aman.

Semua kemudian berharap, konsep ini dapat mendukung pengembangan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional dengan mendorong masyarakat semakin bangga buatan lokal sementara industri didorong untuk meningkatkan TKDN bagi produk yang dihasilkannya.
Baca juga: Melebihi target, Kemenperin fasilitasi 10.000 sertifikat TKDN gratis
​​​​​​​

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel