Bangga, Indonesia Luncurkan Alat Tes COVID-19 Buatan Anak Bangsa

Donny Adhiyasa
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) meluncurkan tes diagnostik COVID-19 berteknologi mutakhir karya anak bangsa pertama dengan sampel air liur (Saliva) pada Jumat 19 Maret 2021.

Tes diagnostik COVID-19 dengan sampel air liur ini menggunakan metode RT LAMP (Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification) yang dapat mendeteksi secara spesifik asam nukleat yang merupakan material genetik dari virus SARS CoV-2.

RT LAMP adalah tes molekular yang termasuk dalam kategori NAAT (Nucleic Acid Amplification Test). Sebagai tes molekuler, akurasi metode RT LAMP ini jauh lebih baik dibandingkan rapid tes antigen yang mendeteksi protein virus.

“Kalbe melalui unit usahanya, mulai dari unit riset dan pengembangan, produksi hingga layanan, selalu berupaya mendukung pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan daya saing industri kesehatan dalam negeri,” kata Irawati Setiady, Presiden Komisaris PT Kalbe Farma Tbk.

“Tes pemeriksaan LAMP Saliva ini akan sangat bermanfaat bagi percepatan penanggulangan pandemi COVID-19, membantu pemerintah membuka akses lebih luas lagi, karena mampu menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah-daerah dengan minim infrastruktur laboratorium pemeriksaan COVID-19,” lanjut Irawati.

RT LAMP dengan sampel air liur saliva ini menawarkan banyak keunggulan dan kenyamanan bagi pasien, yaitu nyaman dan praktis, akurasi tinggi, cepat dan ekonomis.

Kehadiran tes inovatif ini bisa menjadi pilihan yang sangat baik karena memiliki performa akurasi tinggi, dengan sensitivitas 94% dan spesifisitas 98%.

Selain itu cara pengambilan sampelnya yang hanya dari saliva (air liur), memberikan kenyamanan dan kepraktisan yang tidak pernah dibayangkan jika dibandingkan dengan tes COVID-19 lainnya yang sudah tersedia saat ini.

Sampel saliva tidak membutuhkan alat khusus dan tidak menimbulkan resiko muntah ataupun hidung sensitif, dimana hal ini sangat memudahkan bagi anak2, orang yang hipersensitif dan merupakan pilihan paling tepat saat beribadah puasa yang akan segera menjelang,” kata Akterono, D Budiyati, IVD Division Research Manager Stem Cell and Cancer Institute.
Laporan: Prima Nadia Rahayu