Bangka Barat dukung pengembangan sekolah alam di Mentok

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendukung pengembangan sekolah alam di Mentok guna membantu menguatkan karakter generasi muda di daerah itu.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat Rukiman di Mentok, Sabtu, mengatakan sekolah alam yang didirikan sejumlah tokoh masyarakat Mentok pada tahun lalu, saat ini sudah mulai berkembang dan patut mendapatkan apresiasi dari seluruh pihak.

"Selain mengenalkan alam kepada peserta didik, sekolah tersebut juga memberikan berbagai pengetahuan terkait pemanfaatan berbagai jenis tanaman lokal yang bisa digunakan sebagai obat dan manfaat lainnya," katanya.

Menurut dia, komitmen kelompok masyarakat yang diketuai pemerhati budaya Chairul Amri Rani tersebut merupakan bukti nyata sumbangsih warga dalam kebersamaan untuk membangun negeri.

"Ini terobosan baru dan patut diapresiasi. Pemerintah Daerah berterima kasih karena semakin banyak yang peduli terhadap pendidikan dan karakter, kami siap mendukung sekolah alam ini," katanya.

Baca juga: Pendiri dan pimpinan Sekolah Alam Indonesia berkumpul di Bukittinggi
Baca juga: Menengok aktivitas PTM di sekolah alam

Pengembangan sekolah alam tersebut sejalan dengan program yang sedang dilakukan pemerintah, yaitu merdeka belajar dan membangun karakter. Dalam pola ini anak datang ke sekolah dengan perasaan senang dan gembira.

"Kami yakin dengan bimbingan langsung dari para tenaga profesional, praktisi dan tokoh masyarakat, anak-anak akan semakin berkembang dan menjadi anak Pancasila," kata Rukiman.

Kehadiran sekolah alam merupakan salah satu bentuk tanggung jawab masyarakat dalam dunia pendidikan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2010 yang menyebutkan adanya tiga pihak yang bertanggungjawab terhadap pendidikan, yaitu secara formal adalah pemerintah, informal adalah orang tua, dan nonformal adalah masyarakat.

Pendiri sekolah alam Chairul Amri Rani menjelaskan Sekolah Alam Taman Wisata Edukasi Mentok berdiri 29 Juni 2021 diharapkan bisa membantu membangun pendidikan karakter kontekstual langsung.

Sekolah tersebut dilengkapi dengan balai edukasi tanaman obat yang terdapat 400 jenis.


Baca juga: Sekolah alam beri edukasi jelang sekolah tatap muka di tengah pandemi

Baca juga: Sekolah alam Toisapu siapkan generasi peduli lingkungan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel