Bangka Belitung Ternyata Terendah Tingkat Ketaatan Protokol Kesehatan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan bahwa ketaatan warga menjalankan protokol kesehatan di wilayah Bangka Belitung terendah di tingkat nasional.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Bangka Belitung Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Senin, 14 Juni 2021, mengatakan bahwa warga Bangka Belitung yang patuh memakai masker hanya 36,7 persen, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional 88,17 persen.

"Secara nasional angka kepatuhan menggunakan masker masyarakat Babel berada di posisi terendah se-Indonesia," katanya.

Di wilayah Bangka Belitung, ia melanjutkan, Kabupaten Bangka Barat tercatat sebagai daerah dengan tingkat kepatuhan warga memakai masker paling rendah (12,50 persen).

Persentase warga yang taat menjaga jarak dan menghindari kerumunan di Bangka Belitung juga hanya 33,5 persen, jauh lebih rendah dari rata-rata nasional 87,36 persen.

Menurut Andi, tingkat kepatuhan warga menjaga jarak dan menghindari kerumunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga paling rendah se-Indonesia. Tingkat kepatuhan terendah berada di Kabupaten Bangka Barat dengan 20,83 persen.

Guna meningkatkan ketaatan warga menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menggencarkan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan.

"Operasi yustisi prokes (protokol kesehatan) ini terus dilakukan agar para pelanggar jera dan menjadi pelajaran bagi warga lainnya untuk selalu menaati prokes ini," kata Andi.

"Kami tidak bosan-bosannya mengimbau dan mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan prokes. Ini merupakan cara paling sederhana mencegah dan menekan penularan virus corona," ia menambahkan.

Hingga Minggu malam (13/6), jumlah akumulatif warga yang terserang COVID-19 di Provinsi Bangka Belitung seluruhnya 19.701 orang dengan perincian 18.424 orang sudah sembuh, 301 orang meninggal dunia, dan 976 orang masih menjalani karantina. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel