Bangkai Bus Transjakarta Terbakar karena Proses Pengelasan

Fikri Halim, antv/tvOne
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penyebab terbakarnya puluhan bangkai bus transjakarta di Dramaga, Bogor mulai sedikit terungkap. Diduga api muncul dari proses pengelasan oleh para pekerja saat melucuti komponen-komponen bus tersebut.

Salah satu pekerja, Ato mengungkapkan bahwa api dari proses las karbit itu sebetulnya kecil. Namun, banyak angin di sekitar lokasi sehingga bus terbakar karena ada komponen yang mudah terbakar.

"Api kecil, lalu banyak angin, jadi kan banyak yang mudah terbakar itu. Lagi proses potong, pake las," kata Ato kepada tvOne, dikutip Minggu 15 November 2020.

Petugas pemadam kebakaran setidaknya menerjunkan 11 unit pemadam dari Kabupaten maupun Kota. Warga sekitar pun disebut sempat panik karena lokasi kebakaran agak dekat dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Di samping itu, pemilik bus maupun lahan dianggap tidak pernah berkomunikasi dengan perangkat desa setempat. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Dramaga, Yayat Supriatna.

"Kita udah dua kali sidak, bahkan teman-teman Pol PP sudah lebih dari dua kali. Terkait dengan izin sama sekali tidak ada izin, bahkan Assalamualaikum pun tidak, Baik di tingkat desa maupun kecamatan," kata Yayat.

Baca: Puluhan Bangkai Bus Transjakarta Terbakar, Pemilik Sulit Ditemui

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu PT Transjakarta sendiri mengaku pembelahan bangkai bus di Dramaga itu tak berkaitan dengan BUMD itu.

"Tidak ada hubungannya dengan Transjakarta. Sebab, sampai hari ini secara resmi bus-bus tersebut tidak diserahkan ke kami untuk dikelola," kata Direktur Utama PT Transjakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo, Rabu, 4 November 2020.

Ia menuturkan, jika pengadaan bus-bus tersebut diketahui sudah dibatalkan sebelum sempat dikelola oleh PT Transjakarta. Maka dari itu, pihaknya tak mengetahui soal proses penghancuran ratusan bangkai bus di Bogor tersebut.

"Sehingga baik proses pengadaan bus hingga kabar pembelahan bodi bus tidak ada hubungannya sama sekali dengan Transjakarta," lanjutnya.

Sejauh ini, ia memastikan semua armada bus masih tersimpan dengan semestinya. Hal ini baik bus yang masih dalam kondisi normal maupun yang mengalami kerusakan.

"Keseluruhan armada bus tersebut bermalam di depo milik Transjakarta, terkecuali bus-bus milik operator," katanya.