Bangkai Mamut Berbulu Purba Berusia 45 Ribu Tahun Ditemukan di Rusia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Siberia - Sejumlah ilmuwan telah menemukan seekor mamut berbulu berusia 45.000 tahun yang terbunuh akibat kecelakaan dan terdapat cacing gelang pada saat kematiannya.

Anak mamut Tadibe itu ditemukan di lumpur Danau Pechenelava-To, Yamal, Rusia pada Juli 2020, di mana para ilmuwan menyimpulkan bahwa dia telah terawetkan di lapisan es Kutub Utara sejak zaman prasejarah.

Mamut raksasa berjenis kelamin jantan itu empat kali lebih tua dari yang diyakini semula, dan memiliki tiga lapis rambut yang berbeda untuk melindunginya dari cuaca dingin Siberia. Analisis baru kini menunjukkan telur dari parasit ditemukan di kotoran binatang yang telah punah itu, seperti dilansir dari Mirror, Sabtu (13/11/2021).

Seorang ilmuwan, Dr Pavel Kosintsev mengatakan temuan itu unik.

“Tidak hanya tulang yang ditemukan, tetapi juga sisa-sisa jaringan lunak, koprolit (fosil kotoran), dan isi perut,” katanya.

Temuan itu memungkinkan para ilmuwan untuk merekonstruksi penampilan mamut dan lingkungan alam di mana dia hidup, serta cara hidupnya.

Masalah cacing gelang mamut belakangan diketahui tidak cukup berdampak pada kesehatannya, berdasarkan kesimpulan para ahli, setelah analisis oleh Profesor Tatyana Sivkova dari Perm State Agro-Technological University.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bukan Mati Karena Serangan Manusia Purba

Gambar selebaran yang dirilis pada  6 November 2019 menunjukkan tulang mammoth yang ditemukan di Tultepec, Meksiko. Para peneliti mengatakan, setidaknya lima kawanan mamut tinggal di daerah sekitar penemuan. (Photo by HO / INAH / AFP)
Gambar selebaran yang dirilis pada 6 November 2019 menunjukkan tulang mammoth yang ditemukan di Tultepec, Meksiko. Para peneliti mengatakan, setidaknya lima kawanan mamut tinggal di daerah sekitar penemuan. (Photo by HO / INAH / AFP)

Mamut itu diprediksi berusia antara 10 dan 12 tahun dengan tinggi hampir 9 kaki atau 2,7 meter ketika dibunuh.

Dr Pavel, dari Institut Ekologi Tumbuhan dan Hewan, Cabang Ural dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Yekaterinburg, mengatakan mamut itu adalah ukuran yang sangat besar untuk mamut usia muda.

Mamut makan dengan baik dan tidak memiliki luka atau penyakit pencernaan yang jelas ketika mati, mungkin antara Juli dan September, berdasarkan makanannya.

"Berdasarkan semua ini, kami membuat asumsi bahwa mamut mati karena semacam kecelakaan," kata Dr Pavel.

Asumsinya adalah bahwa makhluk itu telah jatuh ke dalam celah es yang tidak bisa keluar darinya - bukan dari serangan manusia purba.

Mamut itu seperti memakai lapisan bawah di bawah lapisan utama tubuhnya, dan menutupi rambut. Para ilmuwan percaya bahwa kemungkinan pada musim gugur lapisan bawah yang lebih tebal mulai tumbuh menggantikan perlindungan yang tersisa dari musim dingin sebelumnya.

Dr Pavel mengatakan bukti saat ini tidak cukup untuk menentukan dari mana mamut berasal, meskipun para ilmuwan berharap dapat membuktikannya di masa depan. Kemudian, temuan terkait mamut itu nantinya akan dipamerkan.

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel