Bangkit dari Pandemi Covid-19, UMKM Kota Tangerang Sukses Ciptakan Motif Batik Berfilosofi Pinang

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Tangerang Pandemi Covid-19 sangat berdampak di berbagai sektor, tak terkecuali di UMKM. Berbagai cara untuk mempertahankan usaha kecil sampai melihat peluang, selalu dicari oleh penggiat UMKM.

Seperti yang dilakukan para penggiat UMKM di Kota Tangerang, tak pantang menyerah menghadapi pandemi Covid-19 yang masih dirasa hingga saat ini. Ada yang mencari celah peluang usaha lain, sampai memiliki ide membuat batik ciri khas daerah asalnya.

"Terpenting, usaha tidak boleh stag, harus tetap bertahan dan jalan. Karyawan harus sama-sama tercukupi, karena kita tidak pernah tahu pandemi ini akan berakhir kapan,"ungkap Oktavia D Pratiwi, Owner Hendjico & Batik Pinang Beres yang juga Ketua UMKM Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jumat (5/11/2021).

Perempuan yang akrab disapa Okta ini menceritakan, bila dulu sebelum pandemi Covid-19, dia dan belasan karyawannya di rumah konveksi, biasa menerima pesanan seragam dari berbagai pabrik ternama, sekolah dan perkantoran. Namun, karena pandemi yang membuat semua pekerjaan serta sekolah dilakukan secara daring dari rumah, membuatnya mendadak kehilangan pelanggan.

"Itu terjadi saat Agustus tahun lalu, kita sempat panik juga. Ditambah lagi saat itu kita kebanjiran, air banjir masuk semua ke workshop, makanya harus muter otak lagi, jangan terlalu lama terpuruk," kata Okta.

Saat itu, Okta memanfaatkan peluang yang ada. Seperti membuat masker kain, membuat pesanan almamater, sampai akhirnya dia terinspirasi membuat kain Batik ciri khas Kecamatan Pinang, tempat tinggalnya.

Motif Batik Pinang Beres

Motif Batik Pinang Beres
Motif Batik Pinang Beres

Sembari tetap mempertahankan konveksinya, Okta melakukan research mengenai ciri khas Kecamatan Pinang, ikon-ikon yang menggambarkan wilayah yang kental dengan budaya Betawi itu, hingga akhirnya tercetuslah motif Batik Pinang Beres.

"Bentuk motif utamanya adalah buah pinang matang dengan tiga tiga sulur motif turunan. Lalu ada pohon pinang, daunnya, sampai tangkai yang dibuahi pinang. Semua menggambarkan ciri khas Kota Tangerang yang profesional, bersahaja, serta memberikan layanan prima untuk masyarakat,"tutur Okta.

Baru beberapa bulan motif batik tersebut lahir, sudah disambut baik oleh pecintanya, bahkan sudah laku ratusan kain yang dia jual sudah berbentuk baju jadi sesuai dengan permintaan konsumen setianya.

Menurut Okta, bangkitnya penggiat UMKM di Kota Tangerang, selain dari semangat individunya, juga tidak lepas dari peran pemerintah setempat. Seperti banyaknya program yang mendukung UMKM, seperti pelatihan, pemasaran via online melalui marketplace, dan lainnya.

"Seperti pelatihan, fasilitas kelengkapan seperti HAKI, sertifikat halal, PIRT, BPOM free semuanya gratis. Juga kami diberikan titik gerai untuk penjualan, baik offline ataupun online," ujar wanita yang juga berprofesi sebagai Ketua UMKM Kecamatan Pinang.

Makanya, sejak awal motif tersebut berhasil dia ciptakan, Okta membandrol harganya pun masih ramah di kantong. Yakni kisaran Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu sudah jadi dalam bentuk baju sesuai pesanan.

"Bisa kunjungi official Instagram kami di @hendjipro_,"katanya.

Kota Tangerang Memiliki 9 Motif Batik

Sejauh ini, Kota Tangerang sudah mematenkan beberapa motif batik dari 9 motif batik yang ada, seperti motif Herang, Nyimas Melati, Perahu Naga, Akhlakul Karimah, Tari Cokek, Cisadane 1, Cisadane 2, Masjid Al Azhom dan Barongsai. Keseluruhan nama-nama itu diambil dari beberapa ikon serta tokoh di Kota Tangerang.

"Seperti halnya pada Nyi Mas Melati sebagai seorang pendekar perempuan dahulu di Tangerang. Dan beberapa ikon Kota Tangerang, jadi tidak sembarangan, para pengrajin batik ini juga belajar membatik dari ahlinya seperti di Cirebon, Jawa Barat," tutur Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah.

Jika ingin mengeksplorasi lebih mengenai batik khas Kota Tangerang , masyarakat dapat langsung menanyakan kepada banyak pengrajin batik di Kampung Batik Kembang Mayang, Jalan Mayang Rt.002/011, Larangan Selatan, Kota Tangerang. Atau mungkin, kalau ingin lebih menarik lagi bisa mendatangi Komunitas Batik (KOMBAT).

"Kami, Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya, mendorong pelaku UMKM untuk terus berkreasi, kami bantu pemasaran, pelatihan, fasilitasi perizinan dan lainnya," kata Arief.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel