Bangkitkan UMKM, Gernas BBI Lagawi Fest Diharapkan Bantu Atasi Krisis

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap rangkaian Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Lagawi Fest 2022 bisa membangkitkan potensi UMKM untuk mengatasi dampak krisis global yang sedang dihadapi Indonesia.

Lagawi Fest merupakan perhelatan dari Gerakan Nasional #BanggaBuatanIndonesia 2022 di Lampung. Di dalamnya terdapat serangkaian program pendampingan dan fasilitasi yang intensif kepada 30 IKM terpilih untuk selanjutnya dipilih 5 IKM terbaik.

Dia menjelaskan, program pemulihan ekonomi nasional Gernas BBI sudah dilaksanakan sejak tahun 2020, yang berorientasi dan sangat mendukung kegiatan UMKM.

Menurutnya, pelaksanaan gerakan nasional bangga buatan Indonesia untuk mendorong UMKM naik kelas dan onboarding sesuai dengan tema kegiatan hari ini yaitu, Lagawi Fest atau Lampung bangga wirausaha industri.

"Upaya tersebut diharapkan dapat membangkitkan potensi dan kekuatan UMKM untuk mengatasi pasif daripada dampak krisis Global yang sedang kita hadapi," kata Airlangga dalam Puncak Acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia LAGAWIFEST 2022, di Lampung, Kamis (23/6).

Untuk itu, Airlangga mengajak semua pihak untuk bisa mensukseskan bersama gerakan nasional bangga buatan Indonesia Lagawi Fest, dengan membeli produk artisan lokal sebagai bentuk dukungan kita kepada produk hasil produksi industri kecil dan menengah.

Lanjutnya, saat ini dunia Internasional telah menghadapi tantangan besar yaitu the perfect Storm berupa covid-19, konflik, climate change, commodity price dan cost of living. Menurutnya, Indonesia patut bersyukur, lantaran kondisi perekonomian RI terus menggeliat seiring dengan melandainya pandemi covid-19.

Hasil dari keterpaduan upaya pemerintah bersama seluruh kelompok masyarakat, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kuartal I-2022 sebesar 5,01 persen secara year on year. "Kita harus tetap optimis bahwa perekonomian akan terus membaik, salah satu kuncinya adalah kemampuan kita dalam menciptakan daya saing para pelaku UMKM," imbuhnya.

Di samping itu, Pemerintah telah melakukan berbagai terobosan antara lain penerbitan undang-undang cipta kerja dengan berbagai fasilitas kemudahan perizinan, kemitraan berbasis data tunggal, juga penyediaan produk UMKM di fasilitas umum, serta pembelian produk UMKM sebesar 40 persen di semua kementerian dan lembaga.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel