Bangkitkan wisata, Kemenparekraf gelar "Rebound Lombok Sumbawa Fair"

M. Hari Atmoko
·Bacaan 3 menit

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan "Rebound Lombok Sumbawa Fair 2020" untuk membangkitkan gairah pariwisata NTB di tengah pandemi COVID-19 yang dilaksanakan 21-22 November di Kota Mataram.

Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area III Kemenparekraf Bulqis Chairina di Mataram, Sabtu, mengatakan "Rebaound Lombok Sumbawa Fair 2020" bagian dari rangkaian kegiatan misi penjualan Kemenparekraf yang dilakukan di enam daerah di Indonesia, termasuk Lombok.

"Kegiatan ini rangkaian misi penjualan yang bertujuan sebagai ajang promosi terpadu antara Kementerian Pariwisata dengan pemerintah daerah," ujarnya usai pembukaan kegiatan itu.

Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Yogyakarta, Malang, Batam, Bandung, dan Padang.

Ia mengatakan Lombok dipilih sebagai salah satu daerah kegiatan karena Lombok masuk dalam salah satu destinasi superprioritas nasional. Selain itu potensi pariwisata Lombok diakui sebagai luar biasa.

"Hal ini dilakukan untuk membangkitkan kondisi pariwisata yang terdampak pandemi saat ini," katanya.

Sejak Juni hingga Desember, Kemenparekraf terus melakukan kegiatan-kegiatan strategis guna mengatasi dampak pandemi di sektor kepariwisataan.

Kegiatan itu, antara lain bantuan peralatan dan fasilitasi tenaga medis kepariwisataan, pemberian bantuan untuk SDM pariwisata yang terdampak, hingga sertifikasi CHSE gratis untuk para pelaku industri pariwisata di Indonesia.

Assisten II Setda Provinsi NTB Ridwansyah mengatakan Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan apresiasi kepada Kemenparekraf yang selama ini terus menerus mendukung kegiatan di Lombok dan NTB secara umum.

"'Event' Lombok Sumbawa Fair 2020 ini semoga bisa menjadi pemicu kembali bangkitnya pariwisata kita di Lombok dan NTB secara umum," kata dia.

Baca juga: Kemenparekraf dorong destinasi di NTB kedepankan standar CHSE

Ia mengatakan dalam kondisi pandemi saat ini sektor pariwisata paling terdampak, termasuk di NTB. Hal ini menjadi ujian kesabaran dan pembelajaran yang baik ke depan.

Menurut Ridwansyah, meski demikian di NTB perekonomian tidak terlalu terpuruk karena masih ada topangan dari sektor pertanian.

"Kita memang dalam situasi sulit. Pandemi tidak tahu sampai kapan. Tetapi semoga akan ada perkembangan yang lebih baik ke depan.Yang terpenting semangat dan optimisme tidak boleh padam," ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini sudah ada kabar baik bahwa vaksin COVID-19 akan segera datang pada Desember mendatang sehingga pertengahan Januari bisa mulai disebar dan disuntikkan ke masyarakat.

Acara "Rebound Lombok Sumbawa Fair 2020", kata dia, perekat dan bukti kerja sama yang kuat antara Kemenparekraf dan Pemerintah Provinsi NTB. Kegiatan diharapkan bisa meraih pasar domestik untuk kembali menggeliatkan pariwisata di NTB.

Ridwan menambahkan MotoGP yang akan digelar di Mandalika Lombok pada Oktober 2021 akan menjadi momentum kembalinya pariwisata NTB.

Ia berharap pelaku pariwisata NTB bisa menangkap potensi itu dengan baik.

"11 bulan lagi akan ada MotoGP dengan 150 ribu kunjungan. Perintah Pak Jokowi agar pelaku wisata bisa tangkap peluang ini. Paling lambat Bulan Juli 2020 setidaknya sudah ada promosi paket yang sudah dimulai," katanya.

Baca juga: Pemprov NTB paparkan tiga strategi pariwisata berkelanjutan

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal mengatakan "Rebound Lombok Sumbawa Fair 2020" merupakan kegiatan pertama yang dilakukan sepanjang masa pandemi COVID-19 di NTB.

Ia berharap, hal itu bisa menjadi wadah penyemangat untuk menggeliatkan kembali sektor pariwisata di NTB.

"Di sini teman-teman pelaku wisata bisa menjadikan sebagai ajang promosi dan pemasaran. Setidaknya kita harapkan dari pasar lokal dan domestik dulu," katanya.

Para peserta kegiatan berasal dari perhotelan, agen perjalanan wisata, kerajinan, dan desa wisata.

Ia mengatakan pada awal Desember mendatang kegiatan serupa juga akan digelar untuk sektor ekonomi kreatif, yakni pameran tenun dengan harapan kepariwisataan NTB bisa kembali bergerak ke depan.

"Kita optimisme sektor pariwisata bisa segera bangkit kembali dan pulih melewati masa sulit pandemi ini," katanya.

Baca juga: Menko PMK: MotoGP Mandalika kenalkan pariwisata NTB kepada dunia
Baca juga: "Mandalika Rebound" diharapkan pulihkan pariwisata NTB