Bangun MRT, JICA Beri Pinjaman RI Hingga Rp 15 Triliun

Liputan6.com, Jakarta : Lembaga keuangan Japan International Cooperation Agency (JICA), telah menyiapkan pinjaman senilai US$ 1,9 miliar setara Rp15,36 triliun (kurs Rp 9.600) untuk proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Indonesia.

Dana tersebut dianggarkan untuk membiayai pembangunan konstruksi MRT tahap I dan II.

"Total pinjaman proyek MRT sendiri senilai US$ 1,6 miliar, tapi angka itu masih bisa bergerak tergantung tender," papar Wakil Presiden JICA, Arakawa Hiroto di Jakarta, Selasa (19/2/2013).

JICA mengatakan, pihaknya pihaknya belum dapat memastikan porsi pembagian dana pinjaman untuk pembangunan tahap I dan II. Komitmen pendanaan itu masih dihitung dan tengah dalam pembicaraan menunggu perjanjian pinjaman (loan agreement).

"Yang pasti US$ 1,6 miliar itu tidak diambil semua di tahap I, kalau ada sisa akan diambil di tahap II," ungkap Deputi Menko Perekonomian Bidang Hubungan Kerjasama Luar Negeri, Rizal Affandi Lukman.

Sekadar informasi, proyek MRT yang diperkirakan pemerintah Indonesia akan menelan dana sekitar Rp 15,7 triliun itu dibangun dengan kucuran anggaran dari pemerintah pusat 49% dan 51% oleh pemerintah daerah DKI Jakarta.

Rencananya, tahap pertama pembangunan MRT akan melewati rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI). Kemudian akan dikembangkan hingga Kampung Bandan, Jakarta Utara. Bahkan pemerintah telah merubah rute MRT tidak hanya berhenti sampai di HI, tapi lanjut sampai ke Kota.

Oleh sebab itu, pemerintah meminta kepada pemda DKI Jakarta untuk melengkapi peningkatan beban anggaran oleh pemerintah pusat dengan studi kelayakan. (Fik/Shd)