Bangun Shrimp Estate di Kebumen, KKP Siapkan Anggaran Rp 250 Miliar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Kabupaten Kebumen tengah menyiapkan pembangunan kawasan budidaya udang terintegrasi (shrimp estate). Biaya untuk pembangunan shrimp estate ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 250 miliar.

"Anggaran ini kita pakai anggaran rakyat, jadi bukan milik KKP atau Bupati Kebumen. Di tahun depan itu, kita akan punya anggaran sekitar Rp 250 miliar untuk konstruksi di Kebumen ini," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, TB Haeru Rahayu, dalam Bincang Bahari: Terobosan Kuasai Pasar Udang Dunia pada Kamis (2/9/2021).

Dijelaskannya, proses pengembangan shrimp estate ini telah dimulai sejak lima bulan lalu termasuk dari proses komunikasi hingga kesepakatan dengan Pemda Kebumen. Jika tak ada aral melintang, groundbreaking pembangunan direncanakan pada akhir tahun ini.

Penebaran benih perdana akan dilakukan pada akhir tahun depan, setelah proses pembangunan fisik yang diperkirakan memakan waktu 10 bulan. Shrimp estate ini akan dibangun di atas lahan 100 hektar di kawasan kecamatan Klirong.

"Tahun depan pembangunan fisik, memang cukup lama dan semoga kita mendapatkan pemborong yang betul-betul mumpuni. Tahun depan sekitar 10 bulanan itu selesai konstruksi, sehingga akhir tahun kita sudah bisa melakukan penebaran perdana karena kita sudah punya timeline juga," jelas TB Haeru.

Pembangunan shrimp estate ini akan melibatkan hampir 1.000 Sumber Daya Manusia (SDM) lokal di Kebumen. Sebanyak 180 orang yang akan terlibat langsung, dan 724 orang tenaga kerja tak langsung.

Kendati demikian, TB Haeru tidak menutup kemungkinan akan ada keterlibatan SDM di luar masyarakat Kebumen. Namun, itu hanya untuk hal-hal yang sangat teknis atau lainnya yang tidak bisa dipenuhi oleh masyarakat lokal.

Pelatihan SDM

ilustrasi udang  (sumber: Pixabay)
ilustrasi udang (sumber: Pixabay)

Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, menyambut baik pembangunan shrimp estate pertama di Indonesia ini. Berbagai persiapan pun sudah dilakukan, termasuk dari sisi keterampilan SDM lokal.

"Dari Dinas Ketenagakerjaan sudah disiapkan, dan dari KKP akan membuat pelatihan di Jepara. Mudah-mudahan menjadi SDM unggul, karena selama ini pesisir selatan belum tergarap dengan maksimal," ungkap Arif.

Perjanjian kerja sama antara KKP dan Kabupaten Kebumen terkait pengembangan shrimp estate ini merupakan yang pertama di Indonesia. Langkah ini merupakan implementasi dari salah satu program prioritas KKP, yakni pengembangan perikanan budidaya untuk meningkatkan ekspor didukung riset kelautan dan perikanan, yang sejalan dengan target peningkatan nilai ekspor udang nasional sebesar 250 persen pada 2024.

Indonesia selama kurun waktu 2015-2020 berkontribusi terhadap pemenuhan pasar udang dunia sebesar 6,9 persen. Indonesia pada 2019 berada di urutan kelima eksportir udang dunia dan pada 2020, total volume udang Indonesia di pasar dunia sebesar 7,15 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel