Bangun Smelter di Gresik, Freeport dan Chiyoda Teken Kontrak EPC

·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia baru saja menandatangani kontrak kerja sama untuk kegiatan Engineering, Procurement and Construction (EPC) proyek Smelter Manyar milik PTFI pada Kamis, 15 Juli 2021.

Kontrak ini mencakup pengerjaan proyek pembangunan smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun serta fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

"Penandatanganan kontrak ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter sesuai dengan kesepakatan divestasi saham pada tahun 2018," kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam keterangan resmi, Kamis 15 Juli 2021.

Baca juga: Ekspor Juni 2021 Tertinggi Sejak 2011, Perdagangan RI-China Makin Jadi

Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan penyesuaian di tengah berbagai tantangan pandemi COVID-19 yang di alami Indonesia dan seluruh pihak dalam proyek ini. "Agar kami dapat terus bekerja sambil tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan seluruh tenaga kerja serta masyarakat di sekitar area kerja," imbuhnya.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Direktur PT Chiyod International Indonesia Naoto Tachibana dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.

Acara ini disaksikan secara virtual oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin, CEO MIND ID, Orias Petrus Moedak, President & Chief Financial Officere (CFO) Freeport McMoRan Kathleen Quirk, Chairman Chiyoda Corporation Masakazu Sakakida, dan Chiyoda Corporation President Masaji Santo.

Sementara itu, Direktur PT Chiyoda International Indonesia, Naoto Tachibana juga menegaskan komitmennya untuk ikut berkontribusi bagi Indonesia melalui pembangunan Smelter Manyar. Naoto berharap, pengalaman dan kepemimpinan Chiyoda sebagai salah satu perusahaan terkemuka di dunia akan membantu mewujudkan hilirisasi nasional.

"Penandatanganan kontrak ini menandai teguhnya komitmen PT Chiyoda International Indonesia untuk turut berkontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia. Kami akan melakukan yang terbaik, memastikan proyek ini dapat kami selesaikan tepat waktu," katanya.

Sebelumnya, penandatanganan kontrak kerja sama EPC ini sempat tertunda selama beberapa bulan akibat pandemi. Meski demikian, pengerjaan EPC di JIIPE terus berjalan, termasuk pengadaan barang long lead item, stripping dan penyiapan area laydown untuk peralatan dan material konstruksi.

Selain itu, dijelaskan pula bahwa persiapan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pun tengah dilakukan di lapangan bagi para pekerja konstruksi. Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap dan diproyeksikan akan membutuhkan sekitar 40 ribu dosis vaksin COVID-19.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin mengatakan pihaknya menyambut baik penandatanganan kontrak antara kedua belah pihak.

"Penandatanganan ini menjadi energi positif di tengah berbagai tantangan yang sedang Indonesia hadapi. Pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong akselerasi dari proyek ini, dan akan terus bekerja sama dengan PTFI untuk membantu memastikan pengerjaan proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu," ujar Ridwan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel