Banjir Bandang di Kertasari Kabupaten Bandung, Puluhan Warga Mengungsi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bandung - Bencana alam banjir bandang menerjang pemukiman warga di Perkebunan PTPN VIII, RW 05, Dusun Papandayan, Desa Neglawangi Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Menurut anggota Satpol Kertasari Deden Vera sebelum banjir bandang terjadi, turun hujan deras secara menerus dari pukul 12.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

"Mengakibatkan dua unit rumah rusak berat dan enam unit rusak ringan serta satu musala," ujar Deden kepada Liputan6.com, Bandung, Minggu (7/11/2021).

Deden merinci sebanyak 46 orang warga dari 15 kepala keluarga (KK) terdampak bencana tersebut. Dari seluruh warga yang menjadi korban banjir bandang terdapat empat lansia, sembilan anak dan tiga balita.

"Kondisi terakhir korban banjir bandang sekarang sudah dievakuasi di madrasah Al Hikmah," kata Deden.

Deden mengaku otoritas setempat sudah menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung untuk meminta bantuan pertolongan logistik dan kejiwaan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bantuan Logistik

Rencananya untuk bantuan logistik tengah disalurkan dari BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Sedangkan bantuan dari Dinas PUTR akan menyusul.

"Sementara untuk malam ini logistik yang diperlukan yaitu selimut dan bahan makanan," tukas Deden.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan peringatan dini pukul 11.55 WIB soal potensi turunya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada pukul 12.25 WIB tanggal 6 November 2021.

Beberapa daerah diperkirakan akan terdampak kondisi tersebut salah satunya di kawasan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel