Banjir Bandang di Kota Batu Malang, 1 Orang Dikabarkan Hilang

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Banjir bandang baru saja terjadi di Desa Bulukerto, Bumiaji, Kota Batu, Malang pada sore hari ini, Kamis (4/11/2021). Banjir material lumpur yang bercampur kayu menerjang pemukiman warga.

TERKAIT: Sejumlah Titik di Ruas Jalan Tol dan Jakarta Terendam Banjir

TERKAIT: 7 Cara Efektif dan Higienis Bersihkan Rumah Setelah Banjir di Masa Pandemi

TERKAIT: 9 Penyebab Terjadinya Banjir yang Perlu Diwaspadai Beserta Cara Pencegahannya

Dari informasi yang diterima Liputan6.com, seorang warga dikabarkan hilang akibat banjir bandang ini. Kepala BPBD Kota Batu, Malang Agung Sedayu menyatakan bahwa timnya masih bekerja di lapangan untuk mengevakuasi dan melakukan penanganan awal terhadap peristiwa banjir bandang ini.

Banjir bandang ini terjadi saat hujan lebat mengguyur kota tersebut. Sedangkan dari foto dan video yang beredar di media sosial, air bercampur material dan kayu, menerjang desa.

Pemerintah setempat mewaspadai terjadinya banjir susulan

Banjir bandang terjadi di Kota Batu Malang dan mengakibatkan hilangnya 1 orang warga. Simak di sini beritanya.
Banjir bandang terjadi di Kota Batu Malang dan mengakibatkan hilangnya 1 orang warga. Simak di sini beritanya.

"Kami masih di lapangan, fokus evakuasi dan pencarian seorang warga hilang. Jadi belum ada informasi lebih lanjut yang bisa disampaikan," jelas Agung Sedayu.

Warga juga tampak berlarian menyelamatkan diri saat banjir terjadi. Arus deras banjir bercampur lumpur tersebut juga membuat beberapa mobil terseret.

Banjir bandang yang terjadi di Kota Batu, Malang ini juga diwaspadai terjadi di beberapa daerah di sekitarnya, seperti Kota Malang. Sangat mungkin terjadi banjir kiriman lewat sepanjang Daerah Aliran Sungai Brantas, sehingga pemukiman di dekat bantaran sungai diminta waspada.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel