Banjir Bandang Pasuruan Renggut Dua Nyawa, Khofifah Siapkan Solusi Ini

Lis Yuliawati, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi banjir bandang akibat luapan Sungai Kabeng Pulungan dan Kedunglarangan, Kabupaten Pasuruan, Jumat, 5 Februari 2021. Banjir yang terjadi pada Rabu, 3 Februari 2021 itu merenggut dua nyawa warga Dusun Genukwatu, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol.

Dua warga yang menjadi korban meninggal karena terhanyut banjir bandang itu ialah Susminanti (70 tahun) dan Nanda Jeni Sekar Arum (19 tahun).
Khofifah pun melayat ke rumah duka dan menyampaikan rasa duka yang dalam, sekaligus memberikan santunan. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan tabah.

"Pertama tentu kita ke sini kita ikut belasungkawa atas meninggalnya 2 warga di sini. Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban yang hanyut akibat banjir yang terjadi," kata Khofifah.

Banjir tersebut melanda empat kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Di antaranya di Kecamatan Gempol, Desa Kalirejo, Desa Tambakan, Desa Kalianyar, Desa Manarui, Desa Masangan di Kecamatan Bangil, Desa Kedungringin, Desa Kedungboto di Kecamatan Beji dan Desa Tambakrejo Kecamatan Kraton, dengan rata-rata ketinggian air mencapai 20-30 senti meter.

Khofifah juga meninjau titik banjir, yakni di lokasi jembatan yang jebol di Dusun/Desa Ngerong dan tanggul di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol.
Ia didampingi oleh Bupati Kabupaten Pasuruan HM Irsyad Yusuf, Kadis Cipta Karya yang juga Plt. Dinas Sumber daya air, Plt. Kalaksa BPBD Jatim Yanuar Rachmadi.

Menyikapi hal tersebut, Khofifah menyiapkan skema relokasi sementara warga sekitar agar memperoleh hunian sementara dan rekonstruksi untuk menyambungkan kembali jembatan yang putus. "Setiap ada bencana alam, ada proses tanggap darurat, ada proses recovery, ada proses rekonstruksi," ujarnya.

Untuk percepatan proses tersebut, Khofifah mengaku telah mengkomunikasikan dengan Kepala Dinas Perhubungan Jatim yang juga Plt. Kepala Dinas PU Bina Marga. Ia menjelaskan bahwa untuk proses rekonstruksi ini memerlukan waktu paling cepat dua bulan untuk detail engineering design (DED)-nya.

"Ini tadi saya komunikasikan kalau DED-nya bisa dua bulan mungkin tahun ini masih bisa dapat skema SMI untuk infrastruktur dengan grass period dua tahun dan propses mencicil 10 tahun bagi daerah itu sangat dimungkinkan. Jadi, kira-kira begitu, mengingat APBD tahun 2021 sudah jalan," kata Khofifah.

Ia juga meminta Bupati Pasuruan untuk melakukan recovery psikologi bagi masyarakat terdampak. Karena, menurutnya, melihat dampak yang ditimbulkan pastilah berdampak pada psikologi masyarakat. "Psychological recovery itu penting karena mungkin ada trauma-trauma yang dialami oleh warga," ucapnya.

Baca juga: Tes GeNose Dimulai Hari Ini di Stasiun Pasar Senen, Penumpang Antusias