Banjir Bandang Tewaskan 11 Warga Mamasa

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Sedikitnya 11 warga di bantaran Sungai Kabaniran, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), dilaporkan tewas dan hilang terbawa arus banjir bandang, Kamis (8/11/2012) siang.

Banjir bandang di kecamatan wilayah pedalaman yang berbatasan dengan Polewali dan Majene, juga merusak tujuh rumah.

Jalur jalan menuju Tabang-Tabone Mamasa pun terputus. Hingga Kamis pukul 23.20 WITA, informasi korban jiwa masih simpang siur.

Kapolres Mamasa AKBP I Made Sunarta, sekitar pukul 20.21 WITA mengkonfirmasikan, empat warga Desa Batang Uru dipastikan tewas, dan tujuha lainnya dinyatakan hilang.

Sementara, Tim Search and Rescue (SAR) Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tengah dalam perjalanan menuju lokasi banjir, tadi malam mengabarkan, sedikitnya 40 warga dilaporkan hilang akibat banjir bandang yang melanda desa di kecamatan perbatasan Polewali Mandar dan Mamasa.

"Informasi yang kami dapat sementara dari teman di lokasi, ada 40 warga yang tewas," kata Ketua SAR Unhas Laode Abdul Sadri kepada Tribun.

Sementara, Tim SAR UNM sebagaimana dilansir laman Suara Mamasa melaporkan, sedikitnya 10 warga tewas dan satu orang dikabarkan dalam kondisi kritis.

Jumlah korban jiwa di atas tak jauh beda dengan yang dikabarkan pendiri sekaligus pembina Tim SAR dan Kesehatan Calcenius Unhas Prof Dr Idrus Paturusi.

"Kami dapat info ada 11 yang meninggal," ucapnya.

Kapolres Mamasa menyebutkan, hujan deras yang mengguyur Kecamatan Sumarorong dan sekitarnya, menyebabkan air Sungai Uru tiba-tiba meluap dan menerjang pemukiman warga sekitar sungai.

Air sempat menyeret lima warga. Namun, dua di antaranya, yakni Wati (10) dan Rabulangi (26), dapat menyelamatkan diri. Sementara tiga lainnya, yakni Rama, Rima, dan Mince, tidak tertolong.

Mereka ditemukan warga sudah dalam keadaan tewas, tak jauh dari lokasi banjir. Para korban kini telah dievakuasi ke Puskesmas Sumarorong.

Belum diketahui pasti apakah masih ada korban lain atau tidak. Hingga kini, warga, polisi, TNI, dan relawan Tim SAR masih terus mencari dan mengevakuasi korban lain di tengah cuaca buruk akibat hujan deras.

"Saya lagi menuju Puskesmas Sumarorong  untuk membantu evakuasi korban selamat, supaya dirawat dengan baik," ungkap I Made kepada Tribun saat dihubungi telepon selulernya, Kamis malam.

Banjir bandang bercampur lumpur pekat terjadi menyusul meluapnya Sungai Kabaniran, di Desa Batanguru, sekitar 38 kilometer sebelah selatan Mamasa. Enam  warga telah ditemukan. Dua di antaranya selamat, namun mengalami luka sangat serius. Sementara, Bupati Mamasa Ramlan Badawi yang coba dikonfirmasi wartawan, mengaku masih berada di Jakarta.

"Saya masih menghadiri penandatanganan MOU dana hibah dari AS, sebesar Rp 6 triliun untuk Pemkab Mamuju dan Mamasa," ujar Ramlan seperti dilansir Suara Mamasa.

Ramlan mengaku sudah memerintahkan pihak terkait untuk segera turun ke lapangan.

"Badan Penanggulangan Bencana juga sudah di lokasi," imbuhnya.

Bupati menyampaikan rasa duka yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan harta benda, akibat bencana longsor dan banjir.

Ia juga sudah berkoordinasi dengan Sekkab Mamasa, Kadis Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kadis Kesehatan, PMI, Pramuka, dan PKK, untuk segera turun ke lapangan, setelah menerima kabar sekitar pukul 14.20 WITA.

Perlengkapan penanganan darurat sudah dikerahkan ke lokasi, termasuk koordinasi pendirian dapur umum bila diperlukan, serta penanganan medis.

"Saya sudah melaporkan peristiwa ini ke gubernur," jelas Ramlan.

Bahkan, ia berjanji segera kembali setelah penandatanganan MOU, dan membatalkan pertemuan dengan investor di Bali, yang rencananya diadakan hari ini, Jumat (9/11/2012). (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.