Banjir dan Longsor Landa Samarinda, Satu Warga Tewas Tertimbun

Merdeka.com - Merdeka.com - Banjir dan longsor melanda Kota Samarinda di Kalimantan Timur setelah diguyur hujan lebat, Rabu (14/9) pagi. Seorang warga, Burhanuddin (45), dilaporkan tewas tertimbun longsor.

Hujan lebat dan angin kencang terjadi merata di Kota Samarinda hampir tiga jam, sejak pukul 01.30 Wita. Air pun meluap.

Personel BPBD, relawan, Basarnas, hingga TNI/Polri dikerahkan untuk mengevakuasi korban banjir.

17 Titik Longsor

Relawan kemanusiaan yang tergabung dalam Info Taruna Samarinda (ITS) mencatat sedikitnya 31 ruas jalan terendam banjir, termasuk permukiman warga. Selain itu, ada 17 titik longsor menyebar hampir merata di 6 kecamatan.

"Ketinggian air 30-80 cm," kata Koordinator ITS Joko Iswanto, dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (14/9).

Dari 17 titik longsor, satu kejadian longsor terparah terjadi di Jalan Pelita IV RT 13 kelurahan Sambutan. Satu orang warga, Burhanuddin, ditemukan meninggal dunia setelah rumah yang ditinggalinya diterjang longsor dan ikut ambruk.

Jenazah korban Burhanuddin berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.00 Wita oleh warga, PMI dan relawan kemanusiaan. Proses evakuasi yang berjalan efektif sekitar satu jam.

"Iya benar korban (longsor) meninggal dunia," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso dikonfirmasi merdeka.com.

Kawasan Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda Ilir, Sungai Pinang dan Samarinda Ulu, masuk kategori hujan lebat berdasarkan penyampaian laporan pencatatan curah hujan BMKG ke BPBD Kalimantan Timur.

"Curah hujan di pengukuran wilayah bandara (Bandara APT Pranoto) di Sungai Siring 88 milimeter, sedangkan di wilayah Sambutan 99 milimeter," kata petugas Pusdalops BPBD Kalimantan Timur, Muriono. [yan]