Banjir di Aceh Tamiang Surut, Jalur Banda Aceh-Medan Kembali Bisa Dilalui

Merdeka.com - Merdeka.com - Sepekan lebih banjir melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Kini banjir telah surut, akses transportasi yang menghubungkan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) itu sudah bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.

"Kendaraan yang terjebak di beberapa titik akibat banjir mulai bisa melintas sejak kemarin. Hari ini pun semakin lancar," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, Selasa (8/11).

Namun, kata Devita, terdapat beberapa desa yang warganya masih berada di pengungsian lantaran desa mereka masih tergenang air banjir.

Dari puluhan ribu warga Aceh Tamiang yang mengungsi di sejumlah posko penampungan, saat ini tutur Devita, berangsur pulang ke rumah masing-masing. Warga mulai membersihkan rumah mereka yang sepekan lalu direndam banjir.

"Hanya tersisa sekitar tujuh ribu warga lagi yang mengungsi. Rata-rata mereka itu tinggal di pedalaman yang rumahnya terisolir akibat banjir," ujarnya.

Menurut Devita, sejumlah fasilitas publik di Aceh Tamiang seperti puskesmas, kantor, masjid, sekolah dan lain sebagainya yang terendam air banjir juga mulai dibersihkan.

Sebelumnya diberitakan, banjir melanda Aceh Tamiang sejak 30 Oktober 2022 yang merendam 146 desa di 12 kecamatan. Puluhan ribu warga mengungsi pada 343 posko yang telah didirikan.

Banjir turut membuat jalan lintas nasional Banda Aceh-Medan lumpuh total, tak bisa dilalui kendaraan. Seorang warga dilaporkan tewas dalam musibah banjir besar di Aceh Tamiang itu. [cob]