Banjir di Cimanggu Bogor Surut, Warga Kembali ke Rumah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Banjir setinggi dada orang dewasa yang melanda wilayah Perumahan Griya Cimanggu Indah, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor sudah mulai surut.

Warga yang semulanya mengungsi akibat banjir kini ulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan tempat tinggalnya.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Selasa (27/10/2020), sebagian besar warga sibuk mencuci barang dan mengepel lantai yang masih dipenuhi oleh lumpur. Beberapa warga juga tampak menyirami lumpur dengan air agar luruh ke saluran air.

Tim dari BPBD, relawan serta beberapa anggota TNI tampak berjibaku membersihkan sampah dan lumpur sisa banjir yang terjadi sejak Sabtu (27/10/2020) malam.

Mereka juga turut membantu membawa barang-barang berharga milik korban banjir untuk dibersihkan.

Berbeda dengan beberapa rumah yang berada di Blok A dan B kondisinya saat ini masih tergenang air, namun tidak separah pada hari sebelumnya.

Meski sudah surut, berkurangnya ketinggian debit air tidak signifikan, dikarenakan di blok itu posisinya lebih rendah dengan blok lainnya, sehingga genangan air yang mengalir ke arah kali agak terhambat.

BPBD bersama tim yang bertugas di lapangan terus melakukan patroli untuk memastikan warga yang terdampak banjir benar-benar aman dan tidak ada yang terluka.

"Alhamdulillah, sejak jam 9 pagi tadi air terus surut. Ketinggian di titik banjir terparah pun demikian. Semula sepinggang dewasa, sekarang hanya sisa genangan saja di jalan," ujar Komandan Regu BPBD Kota Bogor Maruli Sinambela.

Warga yang sempat mengungsi mandiri pun kini sudah ke rumahnya masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur.

"Sudah pada pulang ke rumahnya masing-masing. Warga langsung membersihkan seluruh perabotan," kata dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Banjir 40 cm

Sebelumnya, banjir melanda Perumahan Griya Cimanggu Indah, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Sabtu (24/10/2020).

Banjir setinggi 40 cm hingga pinggang orang dewasa membuat sebagian warga yang terdampak terpaksa mengungsi secara mandiri di hotel maupun rumah saudara terdekat. Beberapa di antaranya memilih bertahan di lantai dua rumah mereka.

Banjir disebabkan tersumbatnya aliran kali akibat tertutup bangunan liar yang terbawa longsor pada Sabtu lalu.

"Penyebabnya ada bangunan liar yang longsor kemudian materialnya menutupi saluran air," kata Wali Kota Bogor Bima Arya.

Bima langsung memerintahkan petugas PUPR untuk segera membersihkan material. Tak hanya itu, memerintahkan kepada Satpol PP untuk menertibkan bangunan liar yang masih berdiri di seputar kawasan aliran kali itu.

Petugas dari PUPR kemudian mengerahkan dua alat berat untuk mengangkat bongkahan tembok, batu, kayu bercampur sampah yang menutup aliran kali di wilayah tersebut. Dua hari setelah kejadian, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi material tersebut.

Sementara itu, sejumlah bangunan liar yang berada di sekitar aliran kali langsung ditertibkan. Penertiban dilakukan lantaran disinyalir menjadi pemicu terjadinya banjir di Griya Cimanggu Indah. Selain itu, tidak memiliki izin dan berdiri di garis sepadan sungai.

"Ada 8 bangunan semi permanen yang ditertibkan. Sisanya, pemilik bangunan permanen masih proses pemanggilan untuk mengetahui kelengkapan izinnya," ujar Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor Theo Patricio Freitas.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: