Banjir di Demak, Siswa Diminta Belajar dari Rumah

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah sekolah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng) masih terdampak banjir. Mereka belum menggelar pembelajaran tatap muka.

Pihak sekolah meminta siswanya belajar di rumah. "Ada beberapa satuan pendidikan yang terkena banjir, baik di halaman sekolah maupun sudah masuk di ruang-ruang kelas. Ada juga akses ke sekolah yang banjirnya cukup tinggi. Demi keselamatan dan kesehatan anak-anak, ada yang minta izin untuk belajar di rumah karena kondisi belum memungkinkan untuk berlangsungnya belajar tatap muka di kelas," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Demak Subkhan, Selasa (2/1).

Dia menjelaskan, hampir semua sekolah di Kecamatan Sayung mulai jenjang SD hingga SMP meliburkan siswanya. Hal sama diterapkan sejumlah sekolah di Kecamatan Demak.

"Itu seperti SD Negeri Bintoro 10, 14, 13, dan sejumlah SD Negeri di Desa Bango. Terud di Kecamatan Bonang sekolah juga masih meliburkan siswanya, seperti SMP Negeri 1 dan 3 Bonang," ungkapnya.

Di wilayah Sayung hampir semua sekolah terdampak banjir. Bahkan genangan masih cukup tinggi hingga hari ini.

"Contohnya adalah SD Negeri Prampelan. Tapi ada beberapa SD yang walaupun halaman sekolah masih tergenang air, tapi tetap masuk," jelasnya.

Sebelum liburan akhir semester gasal, pihaknya sudah meminta kepada kepala satuan pendidikan untuk mewaspadai kemungkinan bencana banjir. Sekolah diminta mengamankan barang dan aset sekolah.

"Semoga situasi dan kondisinya lebih baik, sehingga sekolah bisa memulai proses pembelajaran tatap muka di awal semester genap sekaligus di awal tahun 2023 dengan lebih efektif, aman, nyaman, dan menyenangkan," pungkasnya.

SMA dan SMK

Sementara, 19 SMA/SMK terganggu pembelajaran tatap muka akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jateng. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meminta semua sekolah yang terdampak untuk lakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Tidak ada yang libur. Semuanya sekolah terdampak lakukan pembelajaran jarak jauh atau daring," kata Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Khasanah, Selasa (3/1).

Meski ada 19 sekolah yang terdampak, data tersebut masih terus bergerak. Beberapa sekolah dilaporkan sudah melakukan pembelajaran tatap muka mulai Selasa ini.

"Ada yang sudah masuk. Tapi data riil yang sudah masuk saya belum terupdate. Terus sekolah yang melakukan PJJ, guru dan staf juga tetap masuk membersihkan dan penyelamatan aset sekolahan," ungkapnya.

Sekolah yang terdampak banjir terbanyak berada di cabang dinas 13, dengan total lima sekolah. Saat ini ada yang sudah surut, ada sekolah di Kota Semarang dan Kabupaten Demak yang tergenang.

"SMA 10 masih tergenang, terus Sayung (Demak) juga. Tapi Tidak ada libur. Semuanya (sekolah terdampak) PJJ (pembelajaran jarak jauh)," ujarnya.

Data 19 sekolah yang terdampak akibat banjir dan mengganggu pembelajaran tatap muka di Jateng:

Cabdin 1

1. SMAN 10 semarang
2. SMKN 10 semarang

Cabdin 2
1. SMKN 1 SAYUNG
2. SMAN 1 SAYUNG
3. SMAN 1 KARANGTENGAH
4. SMAN 1 KARANGANYAR

Cabdin IV
1. SMAN I GROBOGAN

Cabdin IX
SLBN MANDIRAJA Banjarnegara

Cabdin 10
1. SMAN 2 Kroya
2. SMAN 1 Patimuhan
3. SMAN 1 Rawalo
4. SMAN Kampunglaut

Cabdin 11
1. SMA N 2 Tegal

Cabdin 12
1. SMA N 1 Sragi Pekalongan

Cabdin 13
1. SMAN 2 Kendal,
2. SMAN 2 Pekalongan,
3. SLBN Pekalongan.
4. SMKN 1 Pekalongan
5. SMKN 3 Pekalongan [yan]