Banjir di Kabupaten Bekasi Melanda 4 Desa, 5 Rumah Hanyut

Fikri Halim, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap titik-titik banjir di wilayah Kabupaten Bekasi buntut jebolnya tanggul. Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB menerima laporan dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat.

“Banjir melanda 4 desa," ucap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati kepada wartawan, Minggu 21 Februari 2021.

Empat desa itu adalah Desa Sukaurip, Karangsegar, Bantasari dan Sumber Urip. Keempat desa berada di Kecamatan Pebayuran. Banjir mengakibatkan 5 unit rumah hanyut. Petugas BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan tinggi muka air antara 100 hingga 250 cm alias 1 meter sampai 2,5 meter.

Sementara itu, kata dia, berdasarkan pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB banjir di Kabupaten Karawang berdampak pada 34 desa di 15 kecamatan.

Banjir disebabkan antara lain akibat hujan intensitas tinggi dan luapan Sungai Citarum. Ke-15 kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Tirtajaya, Pedes, Cikampek, Purwasari, Ciampel, Pangkalan, Klari, Tempuran, Tirtamulya, Jatisari, Rawamerta, Karawang Barat dan Cilamaya Wetan.

"Warga terdampak mencapai 9.331 KK atau 28.329 jiwa, sedangkan 1.075 KK atau 4.184 jiwa mengungsi. Banjir mengakibatkan 8.539 unit rumah terendam dan sejumlah infrastruktur terdampak. Petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan lanjutan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Tanggul Sungai Citarum yang terletak di Desa Sumberurip, Kecamatan Pabayuran, Kabupaten Bekasi, jebol, Minggu 21 Februari 2021. Ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter atau sudah merendam atap rumah warga.

Akibat jebolnya tanggul, sebanyak 400 kepala keluarga terjebak dalam kepungan banjir. "Sekarang sudah seatap rumah airnya," kata Ayung, Minggu 21 Februari 2021.

Ayung menambahkan, warga sudah banyak yang mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi termasuk di irigasi setempat. "Warga juga mengungsi di sepanjang tanggul," katanya.

Wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Karawang itu kini masih terendam luapan Sungai Citarum. Saat ini, pemerintah daerah telah menerjunkan bantuan.

"Kami sudah terjunkan petugas lengkap dengan peralatan perahu karet untuk membantu evakuasi warga," kata Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln.