Banjir di Kabupaten Gresik Meluas di Empat Kecamatan

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 2 menit

VIVABanjir akibat luapan Kali Lamong di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, meluas di empat kecamatan, dari awalnya hanya dua kecamatan, setelah tingginya intensitas hujan di wilayah itu dalam dua hari terakhir.

Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Gresik, Senin, 15 Maret 2021, empat kecamatan itu, masing-masing Balongpanggang, Benjeng, Cerme dan Kecamatan Menganti.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso Sagito mencatat, total ada 25 desa yang terendam di empat kecamatan itu.

Ketinggian air, antara 10-80 cm, dan tertinggi terjadi di Desa Guranganyar, tepatnya di Perum Prismaland yang tergenang antara 40-80 cm, dengan total 270 rumah tergenang, 50 hektare sawah tergenang, dan 50 hektare tambak tergenang.

Salah satu warga di Kecamatan Cerme Irma mengaku banjir di wilayahnya mulai meninggi dan menggenangi rumahnya sejak Minggu malam.

"Kemarin malam, usai maghrib hujan deras disertai angin, langsung banjir. Padahal sebelumnya jalanan masih kering," kata Irma, menjelaskan.

Ia berharap, agar Pemkab Gresik mencari solusi terkait masalah banjir di wilayahnya, sebab musibah tersebut selalu terjadi setiap tahunnnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku prihatin atas banjir yang melanda di wilayah Gresik selatan tersebut, dan mengajak aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja lebih keras membantu masyarakat agar terbebas dari banjir rutin.

"Ini merupakan suatu bencana tahunan dan bencana semua. Untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat, terutama ASN, untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini," kata Gus Yani, panggilan akrab Fandi Akhmad Yani.

Ia juga telah memerintahkan sejumlah camat untuk mendatangi lokasi banjir dan memantau kondisi terkini.

Camat Benjeng Suryo Wibowo, melaporkan banjir yang melanda wilayahnya menggenangi tujuh desa masing-masing Desa Sedapurklagen, Karangankidul, Munggugebang, Klampok, DeliksumberBengkelolor, dan Desa Gluranploso.

“Kami bersama anggota Muspika yang lain sudah mendatangi wilayah yang terdampak banjir. Kami terus memantau perkembangan debet air, dan selalu berkoordinasi dengan beberapa Instansi terkait," katanya. (ant)