Banjir di Kota Bekasi Tersisa Satu Titik

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bekasi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi melaporkan, total wilayah terdampak banjir per tanggal 22 Februari 2021 mencapai 126 titik yang tersebar di 12 kecamatan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 125 titik banjir sudah mulai surut. Hingga Senin malam (22/2/2021), tersisa satu titik yang masih tergenang, yakni Perumahan Kota Baru, Cimuning, Mustika Jaya dengan ketinggian air 10-15 cm.

"Beberapa wilayah yang sudah surut menyisakan lumpur yang harus dibersihkan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Agus Harpa dalam keterangannya.

Seluruh titik banjir, kata dia, tersebar di 40 kelurahan dari 12 kecamatan di Kota Bekasi. Jumlah warga terdampak mencapai 25.133 KK, dengan total 100.532 jiwa.

Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 166 warga, yang sebelumnya ditempatkan di tiga titik posko pengungsian, yakni Gedung BNPB Jatiasih, Kantor Marketing Galeri Mutiara Columbus, dan Mushola Jamaatul Khoir.

"Pagi hari ini pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing," ujar Agus.

Longsor Bekasi

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meninjau lokasi longsor di Perumahan Kemang Pratama, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meninjau lokasi longsor di Perumahan Kemang Pratama, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)

Selain banjir, kejadian longsor juga terjadi di lima titik selama periode 19-21 Februari 2021. Antara lain di Kali Rawa Tembaga Apartemen Center Point, Perumahan PGP Jatiasih, Kemang Pratama Bojong Rawalumbu, aliran Kali Bekasi di Harapan Baru, dan Kecamatan Bekasi Timur.

Bencana banjir juga menelan dua korban jiwa yang masih remaja. Satu korban, Dimas (14) warga Pengasinan, Rawalumbu, sudah ditemukan, sedangkan satu korban lainnya, Bayu (17) warga Kranji, Bekasi Barat, masih dalam pencarian.

Hingga saat ini BPBD Kota Bekasi bersama stakeholder terkait masih monitoring pendataan wilayah terdampak banjir di 12 kecamatan, sambil mengupayakan kebutuhan logistik bagi warga terdampak.

"Kebutuhan logistik yang mendesak bagi warga terdampak, diantaranya makanan pokok, air mineral, selimut, obat-obatan, air bersih, matras, alas tidur," tandas Agus.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: